Berita UtamaSepakbola

Belgia Tak Diunggulkan Lawan Spanyol, Pelatih Rudi Garcia Timnya Memiliki Performa Eksplosif

×

Belgia Tak Diunggulkan Lawan Spanyol, Pelatih Rudi Garcia Timnya Memiliki Performa Eksplosif

Sebarkan artikel ini
belgia
Timnas Belgia dan pelatih Rudi Garcia

KITAINDONESIASATU.COM – Timnas Spanyol mendominasi pertemuan dengan Belgia menjelang duel kedua tim pada babak perempat final Piala Dunia 2026, Sabtu (11/7/2026) dinihari WIB.

Laga kedua tim akan berlangsung di Stadion Los Angeles merupakan pertarungan ke-24 bagi kedua tim diberbagai ajang laga internasional.

Dalam 23 laga sebelumnya di Olimpiade 1920, Spanyol menang 12 kali, sementara Belgia hanyak menang 5 kali dan sisanya imbang 6 kali.

Dari catatan Piala Dunia edisi 1990 di Italia Spanyol menang atas Belgia dengan sekor 2-1 melalui tendangan penalti Michel dan Alberto Gorriz.

Dominasi Spanyol atas Belgia semakin kelihatan dalam lima laga terakhir, Spanyol menyapu bersih lima kemenangan, diharapkan kemenangan terus terjadi di babak perempat final Piala Dunia 2026.

Akian tetapi jika lengah bukan tidak mungkin Belgia mengubah sejarah pertemuan tersebut di Piala Dunia 2026 yang digelar dinihari besuk.

Menjelang perempat final Piala Dunia 2026, pelatih Rudi Garcia menegaskan bahwa tim Belgia tidak gentar dengan status mereka sebagai tim underdog melawan Spanyol dan yakin dengan kekuatan serangan mereka yang mumpuni untuk mengamankan tempat di semifinal.

Menjelang perempat final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Belgia , La Roja dianggap sebagai favorit, dengan performa yang mengesankan dan pertahanan solid yang belum kebobolan satu gol pun sejak awal turnamen.

Pelatih Belgia Rudi Garcia menyatakan keyakinannya jika timnya mampu mengingkirkan Spanyo di laga perempat final ini.

“Semua orang membicarakan tentang kami yang akan pulang. Tetapi kami percaya kami bisa melakukannya. Seluruh tim berpikir kami dapat mengatasi ini, dan kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk mencapai semifinal,” ujarnya dalam edisi jumpa perss kepada media.

Keyakinan Garcia akan kemenangan bersejarah melawan Spanyol berakar dari performa eksplosif lini serang Belgia, yang menemukan kembali performa terbaik mereka setelah kemenangan telak 4-1 melawan tuan rumah bersama AS di babak 16 besar.

Statistik menunjukkan bahwa Setan Merah memiliki salah satu daya serang terkuat di turnamen ini dengan 13 gol, hanya kalah dari Prancis dan Argentina.

Yang perlu diperhatikan, mereka telah melepaskan total 107 tembakan, hanya lebih sedikit dari Prancis, tim yang telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Meskipun ada kekhawatiran bahwa penonton di Los Angeles mungkin akan menciptakan suasana yang tidak bersahabat setelah Belgia menyingkirkan AS, pelatih Garcia tetap tenang.

“Kami baru saja mengalahkan AS di stadion di mana semua orang menentang kami. Jadi saya rasa kondisi besok tidak akan lebih sulit. Bukan para penggemar yang mencetak gol. Kami akan fokus sepenuhnya pada apa yang bisa kami lakukan di lapangan,” jelasnya.

Mengakhiri wawancara, pelatih Belgia menegaskan rasa hormatnya kepada lawan tetapi juga tekadnya yang dipastikan akan menghadapi cukup banyak tantangan melawan tim Spanyol, sebuah grup sepak bola yang fantastis.

“Meskipun kami dianggap sebagai tim underdog, kami akan melakukan segala upaya untuk membuat pertandingan mereka benar-benar sulit.”

Dengan tidak ada lagi yang perlu dikhawatirkan dan para penyerang dalam performa terbaik, Belgia bermimpi tentang malam yang gemilang di Los Angeles untuk mengamankan tempat mereka di antara empat tim terbaik di dunia. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *