Berita Utama

Banjir Makassar Belum Surut, Warga Mengungsi ke Masjid

×

Banjir Makassar Belum Surut, Warga Mengungsi ke Masjid

Sebarkan artikel ini
Warga terdampak banjir mengungsi ke Masjid Ar Rahman Perumahan Grand Rahmani Residance, Jalan Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. (Ist)
Warga terdampak banjir mengungsi ke Masjid Ar Rahman Perumahan Grand Rahmani Residance, Jalan Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Kota Makassar, Sulawesi Selatan masih mengalami curah hujan yang tinggi. Kondisi ini menjadikan banjir yang terjadi masih bertahan.

Seperti di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai Blok AE, RW 03, Kelurahan Katimbang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Senin (23/12/2024) pagi. Di wilayah ini, puluhan rumah warga masih terendam banjir. Ketinggian air banjir mencapai lutut orang dewasa.

Akibatnya, tak sedikit warga yang memilih mengungsi ke masjid terdekat. Disebutkan Pj Ketua RW 03 Kelurahan Katimbang, Firman, warga yang mengungsi di Masjid Babul Khaer ada 140 jiwa.

“Jumlah KK (Kepala Keluarga) yang mengungsi di pusat pengungsian kami Masjid Babul Khair 34 KK dengan jumlah jiwa 140 jiwa. Dewasa 92, balita 9, bayi 1, anak-anak 28, dan lansia 11 jiwa,” sebut Firman.

Firman menyebut jika warga mengungsi ke Masjid selain karena rumahnya terendam banjir, juga lantaran pasokan air bersih dan listrik telah terhenti. Diakuinya jika warga yang mengungsi di Masjid Babul Khaer mulai Sabtu (21/12/2024) lalu, dan telah menerima bantuan logistik dan kesehatan.

“Bantuan itu sudah datang dari beberapa instansi, Dinas Desehatan, Dinas Sosial, BPBD, Damkar, bantuan dari para dermawan dan lembaga organisasi. Ada tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Provinsi, juga dari Puskesmas Pacerakkang, ada timnya berposko,” aku Firman.
Firman menambahkan, warga terdampak banjir membutuhkan bantuan selimut, sarung, baby kit, dan family kit.

Selain itu di Masjid Ar Rahman Perumahan Grand Rahmani Residance, Jalan Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, juga menjadi lokasi pengungsian.
Dikatakan warga bernama Abdullah Murdiono, mereka yang mengungsi di tempat ini sebanyak 52 KK atau mencapai 172 jiwa.

“Malam ini jam 10.12, di tempat ini semakin banyak pengungsi. Tadi siang ada 49 KK, sekarang sudah 52 KK, 172 jiwa mengungsi di tempat ini. Di sini berbaur orangtua, ibu-ibu, dan anak-anak di teras masjid, baik di dalam maupun di luar, dan di atas balkon,” kata Abdullah Murdiono, Minggu (22/12/2024).

Ia pun menyebut jika para pengungsi membutuhkan makanan siap saji, sehingga mengundang semua pihak untuk membantu para pengungsi.
“Kami mengundang kepada segenap dermawan atau donatur yang ingin membantu mereka, bisa menghubungi kami atau langsung ke tempat pengungsian. Mereka butuh makanan instan,” tutupnya. (Fit/Yo)

Foto: Warga terdampak banjir mengungsi ke Masjid Ar Rahman Perumahan Grand Rahmani Residance, Jalan Paccerakkang, Kelurahan Paccerakkang, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (22/12/2024). (Ist) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *