Kini, delapan ABK WNI tersebut telah kembali ke tanah air dalam keadaan selamat.
Keberhasilan ini menjadi bukti pentingnya kerja sama internasional dalam melindungi pekerja migran dari bahaya eksploitasi dan perdagangan orang.
Selain itu, Bakamla menegaskan komitmennya untuk memperkuat sistem deteksi dini dan respons cepat terhadap kasus-kasus serupa di masa depan.***

