SejarahDesa Kita

Jejak Peradaban Sundaland, Cikal Bakal Indonesia

×

Jejak Peradaban Sundaland, Cikal Bakal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Peta Sundaland
Sumber: SindoNews

KITAINDONESIASATU.COM – Sundaland adalah daratan luas yang menyatukan pulau-pulau di Indonesia bagian barat seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan, serta Semenanjung Malaya, yang terbentuk ketika permukaan air laut turun pada zaman es terakhir (periode Glasial terakhir) sekitar 1800 tahun yang lalu, permukaan air laut turun hingga 120 meter. Masa ini ditandai dengan suhu yang lebih dingin dan es yang menutupi banyak wilayah Bumi. Penurunan muka air laut ini memungkinkan manusia dan hewan untuk berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain tanpa harus menyeberangi lautan.

Ketika zaman es berakhir dan suhu bumi menghangat, es mulai mencair, menyebabkan permukaan air laut naik dan menenggelamkan Sundaland secara bertahap selama ribuan tahun. Meskipun sekarang sebagian besar wilayah ini telah tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut, Sundaland dipercaya sebagai tempat yang mungkin memiliki peradaban kuno, dan beberapa teori menyebutkan bahwa Sundaland adalah “ibu” dari peradaban dunia.

Nama Sundaland (dalam bahasa Belanda: Soendaland) adalah istilah yang diciptakan pada tahun 1919 oleh Gustaaf Adolf Frederik Molengraaff, seorang ahli geologi dari Hindia Belanda. Pada tahun 1921 Gustaaf Molengraaff, dalam penelitiannya mengemukakan bahwa kedalaman laut yang hampir seragam dari paparan ini menunjukkan terdapat peneplain atau dataran yang dibentuk oleh erosi berkepanjangan yang merupakan hasil dari peristiwa banjir besar saat lapisan es mencair, dengan setiap peristiwa banjir yang berturut-turut.

Nama Soendaland muncul kembali dalam historiografi biogeografis yang merujuk ke daratan Asia Tenggara dengan istilah yang sama dan digunakan kembali oleh Reinout Willem van Bemmelen pada tahun 1949 dalam bukunya yang berjudul Geography of Indonesia. Peta Kawasan Sunda (Sundaland) yang dijelaskan oleh Molengraaff juga dipetakan kembali oleh Tjia pada tahun 1980 dan dijelaskan secara lengkap oleh Emmel dan Curray pada tahun 1982 dengan lebih terperinci.

Sejerah Sundaland

Sejarag mengenai Sundaland hingga sekarang masih belum sepenuhnya bisa dijelaskan. Penelitian awal menunjukkan bahwa penduduk kawasan Sunda secara genetis memiliki kesamaan dengan penduduk asli Asia Tenggara, terutama yang tinggal di wilayah kepulauan. Secara bahasa mereka juga sebagai bagian dari rumpun bahasa Austronesia.

Terdapat kajian linguistik yang menunjukkan suatu arus migrasi dengan istilah teori “Out of Sundaland”. Teori ini diusulkan oleh Stephen Oppenheimer, ahli genetika lulusan Balliol College, Oxford. Ia tergolong sebagai tokoh kontroversial dalam studi sejarah manusia. Ia berpendapat bahwa Kawasan Sunda (Sundaland) sebagai benua cikal bakal migrasi manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *