SejarahDesa Kita

Jejak Peradaban Sundaland, Cikal Bakal Indonesia

×

Jejak Peradaban Sundaland, Cikal Bakal Indonesia

Sebarkan artikel ini
Peta Sundaland
Sumber: SindoNews

Oppenheimer beranggapan bahwa orang-orang Asia Tenggara adalah leluhur bagi orang Asia. Pada 1999, ia menerbitkan buku yang berjudul “Eden in the East: The Drowned Continent of Southeast Asia”. Ia melakukan pendekatan multidisiplin dalam mengembangkan teorinya. Salah satunya ia menggunakan pendekatan mitologi, cerita banjir besar yang melegenda kemudian tersaji dalam cerita legenda dan mitos di tengah masyarakat secara beragam.

Namun kesimpulan Oppenheimer masih sebatas teori yang tidak terbukti dan mendapat tentangan dari teori “Out of Taiwan”. Lembaga biologi molekuler Eijkman Institute yang melakukan penelitian tentang mtDNA dan kromosom Y dengan teori “Out of Taiwan”. Hasilnya, leluhur orang Asia Tenggara berasal dari Asia Timur. Semakin ke wilayah timur, jejak mtDNA Taiwan semakin menipis karena percampuran dengan orang Melanesia.

Eijkman mengungkapkan bahwa usulan teori “Out of Sundaland” secara arkeologis tidak terbukti. Teori tersebut tidak dapat menjelaskan bagaimana cara dan sebab manusia bermigrasi. Sedangkan data mtDNA, studi linguistik dan beberapa bukti arkeologi menjadi dasar teori “Out of Taiwan”. Mereka meneliti data genom dari 31 populasi yang tinggal di Indonesia dan 25 populasi di berbagai negara Asia. Studi ini lebih komprehensif yang mempertimbangkan data arkeologi dan menggunakan pendataan statistik perkawinan campur yang terjadi di Asia dan relasi lainnya.

Wilayah, Ukuran Sundaland

Wilayah Sundaland meliputi Paparan Sunda, sebuah perpanjangan landas kontinen Asia Tenggara yang stabil secara tektonik dan pernah ada selama periode glasial 2 juta tahun yang lalu.

Ukuran Paparan Sunda diperkirakan sama dengan 120 meter isobath. Selain Semenanjung Malaka dan pulau-pulau di Sumatra, Jawa, dan Kalimantan, termasuk Laut Jawa, Teluk Thailand, dan bagian-bagian Laut Tiongkok Selatan. Secara total, luas wilayah Kawasan Sunda sekitar 1.800.000  km2, Luas dari Kawasan Sunda hampir sama dengan luas negara Indonesia. Luas daratan terbuka di Kawasan Sunda telah berfluktuasi selama 2 juta tahun terakhir; luas daratan modern sekitar setengah dari luas maksimumnya.

Batas barat dan selatan Kawasan Sunda ditandai dengan jelas oleh perairan yang lebih dalam dari Samudra Hindia. Batas timur Kawasan Sunda adalah Garis Wallace, yang diidentifikasi oleh Alfred Russel Wallace sebagai batas timur jangkauan fauna mamalia daratan Asia, yang juga menjadi batas zona ekologi Indomalaya dan Australasia. Pulau-pulau di sebelah timur garis Wallace dikenal sebagai Wallacea, wilayah biogeografis terpisah yang dianggap bagian dari Australasia. Garis Wallace sesuai dengan kanal air dalam yang belum pernah dilalui oleh jembatan darat manapun. Batas utara Kawasan Sunda lebih sulit ditentukan dalam istilah batimetris; suatu peralihan fitogeografis pada sekitar 9ÂșLU dianggap sebagai batas utaranya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *