Akun @herry_pe menulis, “awal 1 Milyar, jadi 300 juta itu di potong apa di kurangi apa di amputasi ?? cuma nanya,,,”.
Akun @sasabila_tasya juga menambahkan, “Kalau tidak di potong Dana Desa yang harusnya 1 M masuk ke bendahara Desa 1M. Masalah pembayaran Tenor untuk KDMP terserah Desa. Laah nyatanya langsung dipotong”.
Ada yang menyebut pemotongan hingga 700 juta.
Warganat juga meragukan konsep Kopdes Merah Putih yang dinilai tidak berbeda dengan UMKM biasa.
Akun @brawijaya.angga menulis, “Bukanya koperasi lebih mengutamakan produksi umkm desa? membantu dijualkan dan dipromosikan? kalo sama komoditasnya dg warung kecil umkm kecil ya sama sama memonopoli usaha didesa dong? Semrawut…”.
Akun @_megaaprilia juga mempertanyakan, “Mau buka jenis usaha pa yan? Retail, kelontong? Sembako? Sy sih pesimis bisa bertahan”.
Seruan Audit dan Transparansi
Publik menuntut transparansi dan audit. Akun @yongki_ginting menulis, “AUDIT SEMUA BUMD DAN ASET DAERAH”.


