KITAINDONESIASATU.COM- Gelombang banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bogor tidak hanya merusak permukiman, tetapi juga menghentikan aktivitas usaha perikanan rakyat. Banyak kolam jebol, infrastruktur rusak, dan stok pakan habis tersapu air. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat melakukan pemulihan pascabencana.
Melalui agenda penyaluran bantuan pada 20–21 November 2025 kemarin, Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turun langsung menyerahkan bantuan pakan ikan kepada para pembudidaya yang terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Bantuan ini menjadi langkah awal Pemkab Bogor dalam memulihkan kembali kegiatan perikanan yang sempat terhenti, sekaligus memastikan keberlanjutan usaha para pembudidaya yang mengandalkan aktivitas kolam sebagai sumber ekonomi keluarga.
Untuk tahap pertama, penyaluran dilakukan di Kecamatan Ciseeng dengan total 173 Rumah Tangga Perikanan (RTP) penerima bantuan. Rinciannya, Desa Ciseeng 75 RTP, Desa Putat Nutug 70 RTP, dan Desa Cibeuteung Udik 28 RTP.
Secara keseluruhan, tercatat 661 RTP terdampak banjir di empat kecamatan, yakni Ciseeng, Kemang, Rancabungur, dan Tajurhalang yang akan mendapatkan bantuan serupa secara bertahap.
Pemkab Bogor menegaskan bahwa program bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat, terutama mereka yang mengandalkan budidaya ikan sebagai mata pencaharian utama.
Penyaluran bantuan ke kecamatan lain dilaksanakan berdasarkan pendataan lapangan dan tingkat dampak yang dialami para pembudidaya.
Warga Desa Ciseeng, Gojali, mengungkapkan rasa syukurnya setelah menerima bantuan pakan ikan tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada Bupati Bogor yang telah memberikan bantuan ini untuk pakan ikan yang terdampak banjir,” ujar Gojali.
Dukungan serupa juga datang dari warga lainnya, Lomri dan Mahpudin, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Mereka berharap program ini dapat dipertahankan hingga kondisi usaha mereka kembali pulih sepenuhnya.
Pemkab Bogor berharap melalui penyaluran bantuan ini, usaha budidaya ikan di wilayah terdampak dapat kembali berjalan normal. Dengan demikian, para pembudidaya mampu bangkit dari dampak bencana dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga mereka. (Nicko)


