KITAINDONESIASATU.COM – Dojo superkomputer merupakan platform superkomputer yang dirancang dan dibangun oleh Tesla untuk pelatihan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan khususnya untuk pelatihan video menggunakan data video dari armada kendaraan Tesla.
Bertujuan meningkatkan kemampuan Tesla dalam melatih jaringan saraf menggunakan data video, yang sangat penting untuk teknologi visi komputer yang menggerakkan upaya self-driving Tesla.
Superkomputer ini menggunakan chip D1 yang dirancang oleh tim Tesla, terdiri dari 53,100 D1 cores.
Setiap D1 chip memiliki 512 x86 cores dan 32 GB HBM (High Bandwidth Memory) per card, dengan total bandwidth 800 GB/sec per card.
Mulai dibangu bulan Juli 2023 dan telah mencapai tahap produksi massal pada Mei 2024.
Dojo memiliki kekuatan pemrosesan sebesar 8.000 chip H100 Nvidia, yang dinilai “tidak besar, tapi juga tidak sepele” oleh Elon Musk.
Dojo akan digunakan untuk melatih model AI Tesla, terutama untuk meningkatkan teknologi Full Self-Driving (FSD) dan memperkuat keunggulan kompetitif Tesla dalam industri kendaraan listrik dan otonom.
Dojo merupakan langkah signifikan dalam upaya Tesla untuk mencapai tujuan membangun armada kendaraan yang sepenuhnya otonom dengan presisi dan keamanan yang tak tertandingi.
Teknologi Dojo membedakan diri dari superkomputer lainnya dalam beberapa hal berikut:
Desain Khusus
Dojo dirancang khusus untuk pembelajaran mesin AI dan pelatihan video menggunakan data video dari armada kendaraan Tesla.
Ini berbeda dengan superkomputer lain yang mungkin lebih fokus pada pengolahan data umum atau aplikasi lainnya.
Chip dan Infrastruktur
Dojo menggunakan chip dan infrastruktur yang dirancang oleh Tesla sendiri, bukan hanya berdasarkan teknologi GPU NVIDIA yang sudah ada.
Hal ini memberikan Tesla kontrol yang lebih besar atas pengembangan dan penerapan teknologi self-driving.
Visi Komputer
Arsitektur Dojo siap untuk meningkatkan kemampuan Tesla dalam melatih jaringan saraf menggunakan data video, yang sangat penting untuk teknologi visi komputer yang mendukung inisiatif self-driving perusahaan.
Pemasok Eksternal
Dengan memanfaatkan daya komputasi internalnya, Tesla bertujuan untuk mengurangi ketergantungannya pada pemasok eksternal, sehingga mendapatkan kontrol yang lebih besar atas pengembangan dan penerapan teknologi self-driving.
Dojo tidak hanya merupakan superkomputer yang kuat, tetapi juga merupakan platform yang sangat spesifik dan strategis untuk meningkatkan kemampuan self-driving Tesla.
Arsitektur Dojo siap untuk meningkatkan kemampuan Tesla untuk melatih neural networks menggunakan data video, komponen penting dari teknologi visi komputer yang mendukung inisiatif self-driving perusahaan yang ambisius.
Dengan memanfaatkan sejumlah besar informasi visual yang ditangkap oleh armadanya, Tesla bertujuan untuk menyempurnakan dan memperluas kemampuan sistem penggerak otonom mereka.
Elon Musk, CEO Tesla, telah lama mengungkapkan pentingnya perangkat keras machine learning yang andal dalam memajukan kemampuan mengemudi otonom perusahaan.
Dengan masuknya Dojo ke dalam produksi, Tesla menunjukkan komitmennya untuk tetap berada di garis depan inovasi teknologi di sektor kendaraan listrik dan penggerak otonom. *
