KITAINDONESIASATU.COM – DPD REI (Dewan Pimpinan Daerah Real Estat Indonesia) Banten kepada pemerintah, segera merealisasikan kuota tambahan FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan) rumah subsidi sebanyak 34.000 unit.
Hal tersebut dikarenakan, akan mengganggu cash flow para pengembang yang bergerak di rumah subsidi.
Bahkan, macetnya penambahan kuota tambahan FLPP masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang ingin memiliki rumah subsidi menjadi terhambat.
Ketua DPD REI Banten, Roni H Adali, mengatakan bahwa kuato tambahan FLPP sebesar 34.000 dari pemerintah belum terealisasi, sehingga cash flow pengembang terganggu.
“Apalagi sekarang teman teman pengembang banyak sedang membangun rumah subsidi yang diperkirakan selesai bulan Oktober 2024, sehingga cash flow nya akan terganggu dan berpontensi macet, karena belum terealisasi kuota tambahan FLPP, ” ungkap Roni H Adali, kemarin.
Roni H Adali menjelaskan, berdasarkan data dari Tabungan Perumahan Rakyat atau Tapera rumah subsidi saat ini total yang sudah akad sebanyak 10.904 unit rumah.
Kemudian total realisasi 7.428 unit rumah dengan persentase realisasi terhadap Akad sebesar 68,12 persen. “Sehingga saat ini ada sekitar 3.476 unit rumah belum terealisasi,” ungkap Roni H Adali.
Sebelumnya, pemerintah mulai 1 September 2024 akan menambah kuota FLPP untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 34.000 unit rumah dari 166.000 menjadi 200.000 unit rumah.
Rencananya, penambahan kuota FLPP sebanyak 34.000 unit rumah itu hanya akan bertahan hingga November 2024. (yok)




