Bisnis

Microsoft Dikabarkan Akan Lakukan PHK Massal demi Fokus ke AI

×

Microsoft Dikabarkan Akan Lakukan PHK Massal demi Fokus ke AI

Sebarkan artikel ini
Microsoft Dikabarkan Akan Lakukan PHK Massal demi Fokus ke AI
Microsoft Dikabarkan Akan Lakukan PHK Massal demi Fokus ke AI

KITAINDONESIASATU.COM – Microsoft dilaporkan tengah bersiap memangkas ribuan pekerja, terutama di divisi penjualan, seiring pergeseran fokus perusahaan ke pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Informasi ini dilansir dari CBS News pada Jumat, 20 Juni 2025. Langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan posisi dominan Microsoft dalam pasar AI yang makin kompetitif.

Meskipun belum dikonfirmasi secara resmi oleh perusahaan, pemutusan hubungan kerja (PHK) ini diperkirakan akan diumumkan awal bulan depan, tepat setelah tahun fiskal berakhir. Laporan menyebutkan bahwa PHK tidak hanya menyasar divisi penjualan dan bukan disebabkan oleh kinerja karyawan, melainkan untuk merampingkan struktur organisasi dan memangkas lapisan manajemen.

Microsoft sebelumnya sudah melakukan PHK terhadap sekitar 6.000 karyawan pada Mei lalu, dan ini bisa menjadi gelombang PHK terbesar sejak pemangkasan 10.000 posisi pada tahun 2023. Saat ini, Microsoft tengah mengalokasikan dana belanja modal sebesar 80 miliar dolar AS untuk memperluas pusat data dalam mendukung layanan AI mereka.

Meski laba Microsoft melonjak hingga 25,8 miliar dolar AS pada kuartal terakhir, perusahaan tetap menganggap penyesuaian tenaga kerja sebagai langkah strategis. CEO Satya Nadella bahkan menyoroti pentingnya “pergeseran desain” dan insentif baru dalam model penjualan.

Fenomena serupa juga terjadi di perusahaan teknologi lain. Amazon sudah lebih dulu mengumumkan rencana pengurangan tenaga kerja jangka panjang, sementara perusahaan keamanan siber CrowdStrike memutuskan memangkas 5 persen karyawan mereka pekan lalu.

Sementara itu, dari Jepang, Panasonic mengumumkan akan memangkas sekitar 10.000 pekerjaan global atau sekitar 4 persen dari total karyawan. Langkah ini diambil untuk mengubah fokus bisnis dari sektor elektronik tradisional ke sektor teknologi yang lebih modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *