Bisnis

LG Hengkang, Prabowo Tetap Optimistis Investasi Asing Akan Mengalir ke Indonesia

×

LG Hengkang, Prabowo Tetap Optimistis Investasi Asing Akan Mengalir ke Indonesia

Sebarkan artikel ini
LG Hengkang Prabowo Tetap Optimistis Investasi Asing Akan Mengalir ke Indonesia
Presiden RI, Prabowo Subianto.

KITAINDONESIASATU.COM – Konsorsium asal Korea Selatan yang dipimpin oleh LG resmi menarik investasi besarnya dari Indonesia. Meski demikian, Presiden Prabowo Subianto tetap menunjukkan keyakinan bahwa akan ada investor asing lain yang masuk ke tanah air.

Seperti yang telah diberitakan, LG Energy Solution Ltd (LGES) resmi mengumumkan alasan di balik keputusan hengkangnya dari megaproyek baterai kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) senilai US$7,7 miliar (sekitar Rp129,84 triliun asumsi kurs saat ini) di Indonesia.

Cabutnya LGES dari proyek yang dikenal dengan kode ‘Proyek Titan’ itu diumumkan perusahaan asal Korea Selatan tersebut pada Jumat (18/4/2025), mengutip alasan “perubahan kondisi pasar” sebagai faktor utama di balik keputusan mereka. 

“Setelah mempertimbangkan dengan saksama lanskap pasar EV global yang terus berkembang, kami telah memutuskan bahwa proyek khusus ini tidak lagi sejalan dengan prioritas strategis kami,” ujar juru bicara LGES melalui pernyataan resmi, dikutip Senin (21/4/2025).

Kabar hengkangnya LGES dari Proyek Titan juga dikonfirmasi oleh Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo saat ditemui dalam wawancara dengan beberapa media pada Kamis (17/4/2025).

Prabowo Masih Optimis

Saat ditemui di Istana Negara, Jakarta Pusat pada Selasa, 22 April 2025, Prabowo mengimbau masyarakat untuk bersabar. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki daya tarik kuat bagi investor global karena potensinya yang besar.

“Indonesia negara besar, kuat, dan punya masa depan cerah,” ujar Prabowo yang juga Ketua Umum Partai Gerindra.

Sebelumnya, LG memutuskan untuk membatalkan investasi senilai 7,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp129,36 triliun yang rencananya digunakan untuk membangun rantai pasok baterai kendaraan listrik di Indonesia. Proyek ini semula akan melibatkan LG Energy Solution, LG Chem, LX International Corp., dan sejumlah mitra lain.

Perwakilan LG Energy Solution mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan situasi pasar dan kondisi iklim investasi. Meski menarik diri dari proyek besar ini, LG tetap melanjutkan kegiatan bisnis lainnya di Indonesia, termasuk kerja sama dengan Hyundai melalui pabrik baterai HLI Green Power.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *