Menperin berharap semakin banyak jenama (brand) fesyen olahraga dalam negeri yang mampu memproduksi pakaian olahraga dengan berbagai fitur unggulan.
Sebagai contoh, pakaian olahraga yang elastis, ringan, nyaman, breathable, mudah menyerap keringat, cepat kering dengan warna serta model yang bervariasi menjadi kunci utama untuk bersaing dengan jenama internasional, yang saat ini masih mendominasi pasar Indonesia.
“Padahal secara harga, tentunya harga pakaian olahraga lokal jauh lebih terjangkau,” ujar Menperin.
Sepatu Olahraga
Sementara itu, permintaan sepatu olahraga juga tumbuh pesat seiring tren gaya hidup sehat yang semakin meningkat.
Komoditas sepatu olahraga masuk dalam sembilan komoditas industri pengolahan nonmigas yang menyumbang nilai ekspor terbesar.
Nilai ekspor komoditas sepatu olahraga pada bulan Januari – Mei 2024 tercatat sebesar 1,86 miliar dolar AS, meningkat 1,04% dari periode yang sama tahun 2023.
“Saya berharap, semakin banyak masyarakat yang dapat mengenal dan menggunakan sepatu olahraga buatan dalam negeri,” ujarnya.
Peluang perluasan pasar juga bisa dicapai oleh para pelaku industri alat olahraga. Sebagai contoh, industri dalam negeri kini sangat mampu memproduksi dan mengekspor shuttlecock, bola sepak, bola voli, meja tenis maupun alat olahraga lainya yang dipakai pada kegiatan olahraga kompetisi lokal (PON, IBL, Pro Liga) maupun internasional (FIFA World Cup).
Industri alat olahraga yang berjumlah 65 unit usaha masuk dalam kategori industri besar sedang, dan berhasil menyerap 12 ribu tenaga kerja berdasarkan data BPS tahun 2023.
