KITAINDONESIASATU.COM – Pasar otomotif Jepang bersiap menyambut era baru mobil listrik. Raksasa otomotif asal Tiongkok, BYD, mengumumkan rencananya untuk meluncurkan kendaraan listrik murni yang memenuhi standar K-Car di Jepang pada paruh kedua 2026.
Langkah tersebut dipandang sebagai strategi cerdas BYD untuk menembus segmen pasar yang sangat diminati di Jepang—mobil kecil yang praktis, efisien, dan ramah lingkungan.
Dalam wawancara dengan Financial Times, Presiden BYD Jepang, Atsuki Tofukuji, menjelaskan alasan di balik langkah besar itu.
Ia menyebutkan bahwa pengurangan jumlah pompa bensin di daerah pedesaan, akibat pajak bahan bakar yang semakin tinggi dan populasi yang menurun, menjadi salah satu pendorong utama.
“Kendaraan ringan sangat cocok dengan gaya hidup masyarakat Jepang,” ujar Tofukuji. “Jika konsumen memahami keuntungan ekonominya, mereka akan bersedia membeli, meski merek kami belum sebesar nama-nama besar di sini.”
Memang, K-Car atau kendaraan ringan di Jepang bukan sekadar kendaraan; ia adalah bagian dari budaya sehari-hari.
Tahun lalu saja, pasar K-Car di Jepang mencapai nilai penjualan sekitar 18 miliar dolar AS, setara dengan hampir 40% pangsa pasar otomotif di negara itu.
Persaingan di segmen ini sangat ketat, dengan model lokal seperti Nissan “Sakura” yang sudah lebih dulu populer.
Menariknya, langkah BYD ini mendapat sambutan hangat dari Presiden Suzuki Motor Corporation, Toshihiro Suzuki.
Dalam komentarnya kepada Nikkei Shimbun, Suzuki mengatakan, “Saya pribadi menyambut kehadiran mereka.”
