News

100 Pasangan Dinikahkan Gratis di Istiqlal, Kemenag: Akad Nikah Disaksikan Malaikat dan Jin

×

100 Pasangan Dinikahkan Gratis di Istiqlal, Kemenag: Akad Nikah Disaksikan Malaikat dan Jin

Sebarkan artikel ini
menag nikah massa
Menag Nasarudin Umar saat hadir dalam program Nikah Massal Gratis yang digelar Kemenag di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu, 28 Juli 2025. (Dok. Kemenag)

KITAINDONESIASATU.COM – Suasana haru dan bahagia memenuhi Masjid Istiqlal, pada Sabtu, 28 Juli 2025, saat 100 pasangan sah secara agama dan negara dalam program Nikah Massal Gratis yang digelar Kementerian Agama (Kemenag). Acara ini merupakan bagian dari semarak “Peaceful Muharam 1447 H” yang diselenggarakan secara meriah dan penuh makna.

Dimulai pukul 09.00 WIB, acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Qadar Rasmadi Rasyid, qari internasional peraih juara II MTQ Kuwait 2019. Suasana kian khidmat saat Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, memberikan nasihat pernikahan yang menyentuh, menegaskan bahwa akad nikah bukan sekadar formalitas, melainkan perjanjian agung disaksikan makhluk langit dan bumi.

“Akad itu bukan cuma disaksikan manusia, tapi juga malaikat dan jin, sebagaimana pesta pernikahan Nabi Adam dan Hawa di surga,” ujar Menag, menggambarkan sakralnya momen ijab kabul.

Tak hanya ritual keagamaan, kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya pencatatan pernikahan secara hukum negara. Menag mengingatkan, tanpa akta nikah, dampaknya luas, yakni anak tak tercatat di KK, tidak bisa membuat KTP, apalagi paspor untuk ibadah haji.

“Sampul akta nikah itu lambang Garuda, bukti negara hadir dalam rumah tangga rakyatnya,” tegasnya.

Kesempatan yang sama, Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata dua mandat Kemenag, yaitu menikahkan secara agama dan mencatatkan secara hukum. Total targetnya hingga 1.000 pasangan akan dinikahkan secara massal dalam beberapa gelombang.

Baca Juga  Peaceful Muharam 1447 H, Kemenag Hadirkan Rangkaian Kegiatan Spesial

“Pernikahan yang sah dan berkah akan melahirkan keluarga yang kuat. Keluarga kuat, bangsa pun hebat,’’ ujar Abu.

Kisah Menggetarkan: Pasangan Tertua Curi Perhatian

Di balik kemeriahan, satu pasangan mencuri perhatian adalah Supriyadi (64) dan Susiati (54), peserta tertua dalam nikah massal ini. Setelah melalui masa sulit pasca kehilangan pasangan masing-masing, mereka akhirnya meresmikan cinta di usia senja.

pasangan tertua 1
 
Supriyadi dan Susiati, pasangan tertua yang ikut Nikah Massal Gratis Kemenag. (Dok. Kemenag)

“Usia hanyalah angka. Tapi semangat kami untuk mencari rida Allah tak pernah menua,” ucap Susiati dengan mata berkaca.

Pasangan lansia ini menjadi simbol bahwa cinta tak mengenal usia, dan bahwa pernikahan di masa dewasa justru bisa lebih dalam secara spiritual dan emosional.

Baca Juga  Sindikat Pembobol Rekening Dormant di Jawa Barat, Mampu Gasak Rp204 Miliar dalam 17 Menit!

Setelah ijab kabul, setiap pasangan langsung menerima buku nikah resmi dari KUA, seperangkat alat salat, mushaf Al-Qur’an, paket kosmetik dari Wardah, serta akomodasi hotel dan uang pembinaan minimal Rp2,5 juta. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *