KITAINDONESIASATU.CO – Ayatollah Ali Khamenei adalah sosok sentral dalam peta politik dan agama Republik Islam Iran, menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi (Supreme Leader) sejak tahun 1989. Posisinya yang sangat berpengaruh menempatkannya sebagai otoritas tertinggi dalam segala urusan pemerintahan, militer, dan peradilan di Iran.
Dalam perang Iran vs Israel yang sudah berlangsung selama delapan hari, Ali Khamenei menjadi target utama pembunuhan oleh pasukan Israel. Ia pun menjadi orang yang paling dicari pasukan Israel dan pemerintah Benjamin Netanyahu.
Lahir di Mashhad pada 19 April 1939, Khamenei memulai pendidikan agamanya di kota kelahirannya sebelum melanjutkan ke Qom, pusat studi Islam Syiah yang paling berpengaruh di Iran. Sebagai seorang ulama yang dihormati dan orator yang efektif, ia terlibat aktif dalam pergerakan menentang pemerintahan Shah Mohammad Reza Pahlavi.
Setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979, Khamenei dengan cepat naik pangkat, menduduki berbagai posisi kunci, termasuk anggota Dewan Revolusi Islam, anggota parlemen, wakil menteri pertahanan, dan imam salat Jumat di Teheran. Ia kemudian terpilih sebagai presiden pada tahun 1981 dan periode berikutnya pada tahun 1985.
Sejak menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989, Khamenei telah memimpin Iran melalui masa-masa krusial, termasuk konflik regional dan ketegangan dengan negara-negara Barat. Ia memiliki keputusan akhir atas semua kebijakan besar negara, termasuk isu-isu sensitif seperti program nuklir Iran.
Perannya yang tak tergantikan menjadikan setiap titahnya mampu mengubah arah kebijakan dan menjadi buruan dunia, terutama di tengah konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.



