KITAINDONESIASATU.COM – Badan Pelaksana Haji (BP Haji) tengah menyelidiki dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Safari Wukuf Lansia yang seharusnya gratis dan disediakan pemerintah bagi jamaah haji lanjut usia dan berkebutuhan khusus. Indikasi tersebut diduga dilakukan oleh oknum dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) yang bukan bagian dari petugas resmi pemerintah.
“Kami akan melakukan klarifikasi lebih lanjut kepada pihak-pihak terkait guna memverifikasi kebenaran laporan dari jamaah,” ujar Tenaga Ahli BP Haji, Rachmat Tri Fahmi, di Makkah, dikutip Selasa, 10 Juni 2025.
Safari Wukuf merupakan layanan khusus bagi jamaah yang tidak mampu secara fisik menjalankan wukuf di Arafah, dengan menggunakan bus khusus yang dilengkapi tenaga medis serta pendamping resmi. Program ini telah berjalan sejak 2023 dan masuk tahun ketiga pelaksanaan, sepenuhnya gratis tanpa pungutan biaya apapun.
Fahmi menegaskan bahwa pungli dalam bentuk apapun terhadap layanan ini adalah pelanggaran berat dan merusak integritas penyelenggaraan ibadah haji. BP Haji pun berjanji akan menindak tegas pihak-pihak yang terbukti melakukan praktik tidak etis.
Sementara itu, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief, memastikan bahwa Safari Wukuf sepenuhnya dibiayai pemerintah. Ia membantah adanya pungutan biaya dalam layanan ini.
“Program ini sudah berjalan bertahun-tahun dan insyaallah kita tidak memungut biaya apapun,’’ ujar Hilman. (*)



