KITAINDONESIASATU.COM-Desa Sejahtera Astra Pandeglang yang diinisiasi PT Astra International Tbk mulai menuai hasil. Salah satunya yaitu melakukan ekspor perdana 5.000 ekor ikan mas sinyonya ke Vietnam.
Pelepasan ekspor yang dilakaukan hari Minggu (1/6/2025) dihadiri perwakilan Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI dan perwakilan manajemen Astra.
“Ikan mas sinyonya menjadi komoditas unggulan program Desa Sejahtera Astra Pandeglang yang berhasil mengisi pasar ekspor. Ini merupakan komitmen kami dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan dan berdaya saing global,” ujar Boy Kelana Soebroto, Chief of Corporate Affairs Astra dalam keterangan tertulis, kemarin.
Ikan mas sinyonya adalah ikan endemik khas Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang. Keunggulannya, berat bisa mencapai 20 kg dan umurnya bisa sampai 15 tahun. Kelebihan ini laha yang menjadikan ikan mas sinyonya bernilai tinggi di pasar ekspor. Sebelum diekspor ke Vietnam, sinyonya sudah dipasarkan terlebih dahulu di Jawa dan Sumatra.
“Ekspor sinyonya menunjukkan pengembangan sektor perikanan lokal dapat membuka akses ke pasar internasional, yang didukung oleh pembinaan dan standardisasi yang tepat,” ujar Boy.
Selain perikanan, Desa Sejahtera Astra Pandeglang sedang fokus mengembangkan kerajinan anyaman pandan duri dan kopi lokal Kopi Puhu. Produk ini telah mengisi kebutuhan pasar regional dan berpotensi masuk pasar ekspor melalui pendekatan berbasis komunitas dan nilai tambah.
Bahkan, lanjut Boy, desa ini telah membangun eduwisata terintegrasi yaitu menggabungkan aktivitas perikanan, kerajinan, wisata alam, dan kuliner. Konsep ini memperkuat positioning desa sebagai destinasi ekonomi kreatif sekaligus memperluas saluran distribusi produk-produk unggulan.
Sejak 2018, Astra membina lebih dari 1.500 desa di 35 provinsi, 468 desa di antaranya, produknya berhasil menembus pasar ekspor. Selama empat tahun terakhir, total valuasi ekspor dari desa binaan Astra mencapai Rp 349 miliar, dan ini menunjukkan dampak nyata hasil kolaborasi sektor publik dan swasta.





