KITAINDONESIASATU.COM – Masih banyak anggapan keliru bahwa epilepsi adalah penyakit menular, terutama karena kejang sering disertai air liur atau kehilangan kontrol tubuh.
Namun, faktanya epilepsi tidak menular.
Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat akibat aktivitas listrik berlebihan di otak. Penyakit ini tidak bisa ditularkan lewat kontak fisik atau cairan tubuh.
Meski tidak menular, beberapa faktor risiko dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalaminya, seperti:
Bayi prematur
Riwayat keluarga epilepsi
Cedera kepala atau saat persalinan
Gangguan otak seperti stroke atau tumor
Infeksi otak (meningitis, HIV/AIDS)
Kelainan genetik (contoh: Sindrom Down)
Konsumsi alkohol berlebih atau penyalahgunaan obat
Bisakah Epilepsi Disembuhkan?
Hingga kini belum ada metode yang bisa menyembuhkan epilepsi sepenuhnya. Namun, kejang bisa dikendalikan lewat beberapa pendekatan:
Obat antiepilepsi, seperti topiramate, levetiracetam, dan carbamazepine
Terapi, seperti stimulasi saraf vagus atau diet ketogenik
Operasi otak, misalnya pembedahan otak atau Deep Brain Stimulation (DBS)
Dengan penanganan yang tepat, penderita epilepsi tetap dapat menjalani hidup normal dengan frekuensi kejang yang lebih terkendali.-***




