Berita Utama

Walhi Pesimis PSEL TPA Cipeucang Berjalan Lancar

×

Walhi Pesimis PSEL TPA Cipeucang Berjalan Lancar

Sebarkan artikel ini
tpa cipeucang
Istimewa

KITAINDONESIASATU.COM-Pembangkit sampah menjadi energi listrik (PSEL) di TPA Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan, yang bakal beroperasi dinilai Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) tidak realistis. Sebab, kendala utamanya yaitu kemampuan postur keuangan daerah.
Ha itu ditegaskan Manajer Kampanye Tata ruang dan Infrastruktur Walhi, Dwi Sawung. “Memang tidak realistis, kalau di Walhi kan ada pertimbangan lingkungan dan teknis ya,” katanya, kemarin.
Walhi mempertanyakan apakah APBD Kota Tangsel mampu mendukung pengoperasian PSEL di TPA Cipeucang, kendati konsorsium menjanjikan pembiayaan murni dana swasta.
Dwi Sawung mencontohkan Kota Solo yang mampu mengoperasikan PSEL. Di Solo berjalan karena ada campur tangan pemerintah pusat, sebab wali kota pada waktu itu masih putra mahkota kepala negara.
Menurut data, kata Dwi Sawung, rata-rata biaya pengolahan sampah per ton mencapai Rp 500.000/ton. “Paling rendah sekitar 36 dolar AS per ton, itu paling rendah banget,” ujarnya.
Terkait output pengolahan sampah menjadi energi listrik, menurut Dwi Sawung, ituhanya sebagai bonus saja dan tidak bisa diharapkan menjadi potensi pendapatan. “Jadi kalau mengharapkan dari menjual listrik dan keuntungan yang bisa digunakan mengurangi biaya, itu tidak realistis,” katanya.
Masih kata Dwi Sawung, pengolahan sampah menggunakan metode PSEL menggantungkan sampah yang sudah terpilah dengan baik. Sampah yang tidak terpilah, berpotensi membengkaknya biaya pengolahan sampah.
“Apalagi kalau sampahnya campur aduk atau segala macam ada, membuat biaya menjadi mahal dan susah juga. Kalau sampahnya tercampur kan ada PR lagi untuk sortirnya, sementara kemampuan sortirnya ada batas kapasitasnya,” ujar Dwi Sawung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *