News

Pemerintah Pusat dan Pemkab Garut Sinergi Perkuat Bonus Demografi

×

Pemerintah Pusat dan Pemkab Garut Sinergi Perkuat Bonus Demografi

Sebarkan artikel ini
pusat dan garut
Pemerintah pusat dan Pemkab Garut bersinergi dalam mengoptimalkan bonus demografi melalui lima program strategis BKKBN. Simak capaian dan tantangannya di sini! (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah pusat melalui Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dalam menyukseskan program strategis untuk mengoptimalkan bonus demografi Indonesia.

Dalam kunjungan kerja ke Balai Diklat Kependudukan dan KB di Garut, Sekretaris Kemendukbangga Budi Setiyono menekankan pentingnya kolaborasi pusat dan daerah, khususnya melalui implementasi lima program unggulan (quick wins).

Adapun lima program unggulan tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya (Sidaya) dan Super Apps Keluarga Indonesia.

“Kunjungan ini bertujuan untuk menyapa petugas lapangan, membangun komunikasi dengan pengelola program Bangga Kencana, serta memantau implementasi quick wins di daerah,” jelas Budi.

Ia menambahkan bahwa empat dari lima program sudah berjalan baik. Hanya Super Apps yang masih dalam tahap perancangan.

“Namun secara umum, program-program ini menunjukkan progres positif dari sisi kelembagaan dan partisipasi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Garut Nurdin Yana menyambut baik perhatian pemerintah pusat. Ia mengungkapkan bahwa Garut mendapat alokasi dana sekitar Rp26 miliar untuk DAK non-fisik dan Rp2,6 miliar untuk fisik program Bangga Kencana.

Namun Nurdin menyoroti tantangan terbatasnya SDM dan UPT di lapangan. “Kita masih punya pilar-pilar masyarakat yang menjadi penggerak program, tapi tetap perlu penguatan kelembagaan dan kolaborasi,” jelasnya.

Budi menegaskan bahwa bonus demografi hanya akan berdampak positif jika didukung kebijakan yang terpadu dan berbasis data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *