KITAINDONESIASATU.COM – Seorang balita, korban tembok ambruk, di Cianjur, Jawa Barat, meninggal dunia setelah mendapat perawatan intensif di RSUD Cimacan.
Korban meninggal dunia setelah satu hari menjalani perawatan di rumah sakit dengan kondisi kritis akibat tertimpa tembok rumah yang jebol.
“Korban meninggal dunia pada Selasa pagi, 13 Mei 2025,’’ ujar Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Asep Kusmanawijaya, Selasa.
Korban tembok ambruk terdiri dari lima anggota keluarga, yakni terdiri dari ayah, ibu kakak, dan anaknya. Sementara ayah, ibu dan kakaknya mengalami luka ringan akibat tertimpa material tembok rumah yang amrbuk.
Saat ini petugas gabungan dari TNI/Polri, Damkar, PMI Cianjur dan relawan membersihkan rumah warga terdampak dari material tembok yang ambruk, dan lumpur yang disisakan banjir karena aliran sungai terhambat.
Sebelumnya, Petugas gabungan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, mengevakuasi satu keluarga terdiri dari lima jiwa dari dalam rumah yang rusak berat akibat tertimpa tembok penahan tanah ambruk di Kampung Balakang, Desa Sindanglaya, Senin, 12 Mei 2025.
Tembok penahan ambruk akibat hujan deras yang turun membuat aliran sungai terhambat hingga membanjiri rumah warga hingga menghantam dinding rumah salah satu warga hingga ambruk. (*)


