Lifestyle

Lemah Jantung: Tipe, Penyebab, dan Gejala yang Perlu Diketahui

×

Lemah Jantung: Tipe, Penyebab, dan Gejala yang Perlu Diketahui

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 3
Menghindari Penyakit Jantung

KITAINDONESIASATU.COM – Lemah jantung merupakan kondisi di mana otot jantung mengalami kerusakan yang mengganggu fungsi pompa darah.

Ada beberapa jenis lemah jantung, masing-masing dengan penyebab dan gejalanya sendiri. Penting untuk segera mendapat penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.

Salah satu jenisnya adalah tipe dilatasi, yang paling umum terjadi. Kondisi ini biasanya menyerang orang dewasa berusia 20–60 tahun dan dapat menyebabkan gagal jantung.

Pada tipe ini, otot ventrikel kiri menjadi tipis dan lemah, sehingga ruang ventrikel melebar dan jantung sulit memompa darah.

BACA JUGA: Hindari Penyakit Jantung dengan Pola Makan Sehat dan Gaya Hidup Aktif

Penyebabnya antara lain penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, infeksi virus, dan konsumsi alkohol berlebihan.

Tipe lain adalah hipertrofik, di mana sel-sel otot ventrikel kiri membesar dan dinding ventrikel menebal, mengurangi kemampuan jantung untuk memompa darah.

Kondisi ini sering kali disebabkan oleh gen abnormal. Gejalanya meliputi nyeri dada, napas pendek, dan pusing. Jika tidak ditangani, dapat menyebabkan aritmia dan kematian mendadak.

ARVD (arrhythmogenic right ventricular cardiomyopathy) adalah jenis lemah jantung yang lebih sering terjadi pada remaja dan dewasa muda.

Pada kondisi ini, sel-sel otot ventrikel kanan mati dan digantikan oleh jaringan parut atau lemak, yang mengganggu aliran listrik jantung dan menyebabkan aritmia. ARVD dapat diperburuk oleh aktivitas fisik berat dan menjadi penyebab kematian mendadak pada atlet muda.

Tipe restriktif adalah jenis yang paling jarang terjadi. Otot jantung menjadi kaku dan tidak elastis, sehingga darah sulit mengisi ruang jantung secara optimal.

Penyebabnya sering kali tidak diketahui, namun bisa terkait dengan penyakit seperti hemokromatosis, sarkoidosis, atau amiloidosis.

Lemah jantung dapat bersifat primer (disebabkan oleh faktor genetik) atau sekunder (akibat penyakit lain).

Jika mengalami gejala-gejalanya, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat sebelum kondisi menjadi lebih serius.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *