KITAINDONESIASATU.COM – Okagi Hayashi, perempuan tertua di Jepang berusia 115 tahun meninggal dunia pada 26 April 2025. Okagi meninggal akibat penyakit gagal jantung.
Melansir laman LongeviQuest, Senin, 28 April 2025, Okagi lahir di Desa Tsumagi (sekarang Tsumagicho, Kota Toki), Prepektur Gifu, Jepang pada 2 September 1909. Ia merupakan satu-satunya anak perempuan dari seorang pedagang grosir biji-bijian.
Lulus dari sekolah dasar, Okagi melanjutkan Pendidikan di Sekolah Menengah Putri Nakatsu. Pada saat itu, ia meninggakan rumah orang tuanya dan tinggal di asrama sekolah.
Di usia 20-an, Okagi menikah dengan seorang guru sekolah dasar. Pasangan ini awalnya tinggal di Prefektur Hokkaido, tempat anak pertama mereka lahir, sebelum kembali ke Kota Toki untuk mengelola bisnis grosir biji-bijian miliknya keluarganya. Ia memiliki sembilan anak.
Okagi memang sangat memperhatikan kesehatannya. Sejak paruh baya setiap pagi meminum jus hijau buatan sendiri yang terbuat dari sayuran segar hasil kebunnya dan sering menyiapkan makanan bergizi, termasuk nasi kari penuh sayuran dan sup miso.
Ia juga menjalani gaya hidup aktif, yakni rajin berolahraga bersama suaminya. Bahkan, hingga usia 80-an ia tetap hubungan dengan teman-teman sekolahnya, menikmati perjalanan ke pemandian air panas dan berkebun bersama.
Oagi selalu menghargai kreativitas dan mengikuti kelas kaligrafi hingga usia 90-an, serta terus melanjutkannya sebagai hobi bahkan setelah pindah ke panti jompo pada usia 105 tahun. Saat tinggal di panti jompo, ia sesekali mendapatkan izin untuk melakukan perjalanan sehari bersama keluarganya, dan terus melanjutkan kegiatan tersebut hingga sekitar usia 110 tahun.
Pada usia 112 tahun, ia masih mampu membaca koran dan menikmati mengerjakan teka-teki. Pada usia 115 tahun, jam bangunnya mulai berkurang, namun ia tetap berpartisipasi dalam kegiatan makan dan acara dengan menggunakan kursi roda. Nafsu makannya tetap kuat, dan sesekali ia masih bisa makan sendiri menggunakan sendok.
Pada Desember 2024, ia menghadiri pesta Natal, mengenakan topi Santa, dan makan kue sendiri. Ketika menerima kartu pos bergambar dari keluarganya, ia menunjukkan rasa bahagia dan menyimpannya dengan penuh kasih.
Pada Januari 2025, Hayashi telah dikaruniai 22 cucu, 36 cicit, dan 13 canggah. Tujuh dari sembilan anaknya masih hidup. (*)


