KITAINDONESIASATU.COM – Begini peluang gelar pahlawan nasional untuk Soeharto dan Gus Dur yang kabarnya mencuat di tahun 2025.
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) tengah mempertimbangkan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh sentral dalam sejarah bangsa, yaitu Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto, dan Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan bahwa kedua tokoh tersebut termasuk dalam daftar 20 nama yang saat ini diusulkan untuk mendapatkan penghargaan tertinggi negara ini pada tahun 2025.
Pernyataan ini disampaikan Gus Ipul saat melakukan kunjungan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, pada Rabu, 23 April 2025. Beliau menjelaskan bahwa Kemensos telah menerima berbagai usulan calon pahlawan dari berbagai daerah di Indonesia, dan nama Soeharto serta Gus Dur menjadi fokus dalam proses pertimbangan.
Lebih lanjut, Gus Ipul menekankan bahwa Kemensos akan mengedepankan jasa-jasa dan kontribusi positif kedua tokoh tersebut bagi kemajuan bangsa. Beliau juga menyampaikan pandangannya bahwa setiap tokoh, layaknya manusia, memiliki kelebihan dan kekurangan.
Namun, kontribusi signifikan mereka terhadap negara tidak boleh dilupakan dan pemberian gelar ini menjadi wujud penghargaan atas jasa-jasa baik tersebut.
Peluang Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto dan Gus Dur
Peluang Soeharto untuk meraih gelar Pahlawan Nasional dinilai semakin besar setelah pencabutan namanya dari TAP MPR Nomor XI/MPR/1998 yang berkaitan dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional melibatkan partisipasi masyarakat, dimulai dari tingkat kabupaten/kota, kemudian melalui kajian oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD), hingga akhirnya diusulkan ke tingkat provinsi dan Kemensos.
Di tingkat pusat, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) akan melakukan penilaian sebelum diajukan kepada Dewan Gelar untuk mendapatkan keputusan akhir dari Presiden Republik Indonesia.
Untuk dapat diusulkan sebagai Pahlawan Nasional, seorang tokoh harus memenuhi sejumlah persyaratan umum, termasuk memiliki integritas moral yang tinggi, berjasa besar bagi negara, tidak pernah terlibat dalam tindak pidana berat, aktif dalam perjuangan kemerdekaan, serta tidak pernah mengkhianati bangsa dan negara.
Selain itu, terdapat kriteria khusus yang meliputi pernah memimpin perjuangan bersenjata atau politik, melahirkan gagasan besar bagi pembangunan bangsa, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas serta meningkatkan martabat bangsa.
Itulah penjelasan singkat mengenai peluang gelar pahlawan nasional untuk Soeharto dan Gus Dur yang mencuat di tahun 2025.

