LifestyleBerita UtamaHiburan

Sembilan Nyawa Melayang Akibat Ganasnya Ombak Pantai Selatan Malang dan Pacitan, Akibat Kecerobohan Manusia

×

Sembilan Nyawa Melayang Akibat Ganasnya Ombak Pantai Selatan Malang dan Pacitan, Akibat Kecerobohan Manusia

Sebarkan artikel ini
korban pantai selatan jawa
Petugas mengevakuasi korban tenggelam di Pantai Balekambang Malang dan Pantai Klayar Pacitan. foto: dokumentasi polres malang/ istimewa

KITAINDONESIASATU.COM – Pantai Selatan Pulau Jawa di wilayah pantai Malang Selatan dan pantai Pacitan, Jawa Timur dalam beberapa hari belakangan telah banyak memakan korban.

Dari catatan yang dihimpun kitaindonesiasatu.com setidaknya ada 9 orang tewas akibat terseret ombak ganasnya pantai Selatan Pulau Jawa dalam liburan Lebaran tahun 2025 ini.

Dari korban yang meninggal adalah wisatawan yang sedang melakukan akivitas mandi, bermain di pinggir pantai hingga sedang mencing ikan.

Kematian terbanyak terjadi di Pantai Selatan Jawa di pantai wilayah Pacitan sebanyak 6 orang meninggal dunia dan di Malang Selatan di Pantai Balekambang sebanyak 3 orang tewas.

Kejadian pertama terjadi pada Sabtu, 5 April 2025 di Pantai Soge wilayah Kabupaten Pacitan pada sore hari, mereka sedang bermain di muara sungai Pantai Soge saat liburan bersama keluarganya.

Ketiganya asyik bermain di muara tanpa disadari, ombak besar datang dan menyeret mereka ke tengah laut, namun sayang korban yang tidak bisa berenang tak mampu mengatasi situasi sulit itu.

Ketiga korban berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan melibatkan tim SAR gabungan dari BPBD Pacitan, TNI-Polri dan relawan.

Ketiga korban adalah pemuda asal Ponorogo antas nama Agus Widodo (33), Ahmad Fahrudin (24) dan Zainal Mutaqim (22) merupakan warga Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.

Kejadian kedua terjadi di Pantai Klayar Desa Sendang, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur Sabtu, 12 April 2025 menewaskan dua pelajar asal Boyolali yang sedang berkemah di kawasan itu.

Korban berkemah bersama 5 orang temannya sejak Jumat (11/4/2025) sore di kawasan Pantai Klayar, Desa Sendang, Donorojo.

Kemudian sekitar pukul 07:00 WIB tiga di antara mereka pergi bermain air di tepi pantai Klayar yang memiliki ombak cukup tinggi, mereka adalah Aifan, Ahmad dan Fahrian Putra.

Namun tanpa disadari tibga-tiba datang ombak besar dari arah belakang mereka hingga ketiganya terseret ke tengah laut, beruntung Fahrian berhasil selamat dan tak terbawa arus ke tengah laut.

Sementara dua orang lainnya Irvan Arrosyidin (17) dan Ahmad Yudhianto (18), pelajar warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali ini tidak tertolong lagi.

Kemudian sekitar pukul 08:30 WIB kedua pelajar itu berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas Kalak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa ketiga terjadi pada Sabtu, 12 April 2025 malam hari menimpa warga Dusun Watuwadek, Desa Karangongko, Kebonagung Pacitan dilaporkan hilang saat memancing di Pantai Ngambur, Plumbungan, Kabupaten pacitan.

Korban diketahui bernama Suraji diduga kuat terseret ombak sedang memancing ilkan di pinggir pantai pada pukul 21:30 WIB memancing bersama dua rekannya.

Saat itu korban memancing bersama dua temannya di lokasi yang berbeda, namun ketika salah satu teman korban memangil-mainggi tidak mendapat jawaban.

Melihat situasi itu salah satu teman korban kemudikan mendatangi lokasi tempat ia memancing ikan di pinggir pantai, namun ketika di tengok Suraji sudah tidak ada lagi.

Kedua teman korban kemudian melakukan pencarian di sekitar tempat dia memancing ikan namun tidak menemukan korban, sehingga kedua teman korban menduga Suraji tereret ombak pantai Selatan Pacitan.

Tim SAR gabungan di Pacitan saat ini sedang melakukan pencarian korban dengan melakukan penyisiran di sekitar Patai Ngambur, Pacitan.

Sedangkan kecelakaan wisatawan terseret ombak Pantai Selatan juga terjadi di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang Selatan, Rabu, 9 April 2025 yang dilaporkan hilang terseret ombak pantai selatan Balekambang.

Korban terseret ombak pantai selatan di Malang Selatan adalah para santri dari Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Kabupaten Mojokerto.

Diketahui korban terseret ombak Pantai Balekambang saat berenang bersama beberapa temannya di pantai kemudian terseret ombak ke tengah laut.

Dua orang santri berhasil diselamatkan oleh seorang turis asal Jerman yang menyaksikan insiden itu bersama pemandu wisata Rio Candra Hidayat (18) yang melihat santri tergulung umbak ganasnya pantai selatan.

Akibat peristiwa ini tiga santri berhasil ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah dilakukan pencarian beberapa hari terakhir.

Sementara ketiga korban adalahYasser Arafat Inniwana (15) warga Semolowaru Utara, Sukolilo, Surabaya, M Luthfi Munawar (15) warga Kapasri, Genteng, Surabaya dan Muhammad Fahmi Sirrillah (15).

Tragedi di atas menjadi pengingat dan pelajaran bagi para wisatawan ataupun warga yang beraktivitas di pantai agar senantiasa waspada dan berhati-hati.

Khususnya para wisatan yang bermain air di pantai untuk selalu waspada akan datangnya ombak laut Pantai Selatan Pulau Jawa di kenal sangat ganas dan berbahaya untuk keselamatan jika Anda sedang berada di dalam air.

Berikut daftar korban selurunya:
Korban Pantai Soge Pacitan

  1. Agus Widodo (33)
  2. Ahmad Fahrudin (24)
  3. Zainal Mutaqim (22), merupakan warga Desa Mrayan, Kecamatan Ngrayun, Kabupaten Ponorogo.

Korban Pantai Klayar Pacitan

  1. Irvan Arrosyidin (17)
  2. Ahmad Yudhianto (18), pelajar warga Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali ini tidak tertolong lagi.

Korban Pantai Nganbur Pacitan:

  1. Suraji, Dusun Watuwadek, Desa Karangongko, Kebonagung Pacitan

Korban Pantai Balekambang Malang:

  1. Yasser Arafat Inniwana (15) – Semolowaru Utara, Sukolilo, Surabaya
  2. M Luthfi Munawar (15) – Kapasri, Genteng, Surabaya
  3. Muhammad Fahmi Sirrillah (15) – Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *