Lifestyle

Danau Kerinci: Permata Alam di Kaki Gunung Raja

×

Danau Kerinci: Permata Alam di Kaki Gunung Raja

Sebarkan artikel ini
FotoJet 5 12
Danau Kerinci

KITAINDONESIASATU.COM – Danau Kerinci terletak di lereng Gunung Raja dan membentang di dua kecamatan, yakni Kecamatan Danau Kerinci dan Danau Keliling, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi.

Danau ini merupakan yang terbesar di Jambi dengan luas mencapai 4.200 hektar, kedalaman sekitar 110 meter, serta berada pada ketinggian 783 meter di atas permukaan laut.
Panjang keseluruhan danau ini mencapai sekitar 70 kilometer.

Menurut para ahli geologi, Danau Kerinci terbentuk sebagai bagian dari lembah Gunung Kerinci yang muncul akibat letusan kecil gunung berapi dan pergeseran struktur Pegunungan Bukit Barisan.

Wilayah sekitar Danau Kerinci juga menyimpan kekayaan sejarah.

Sejumlah peninggalan batu megalitik ditemukan di desa-desa kecil di sekitarnya, sebagian bahkan diperkirakan berusia lebih dari 2.000 tahun, menandakan kawasan ini telah dihuni sejak masa lampau.

Baca Juga  Pilihan Bunga untuk Menghormati Orang Meninggal

Selain menyuguhkan panorama yang indah, danau ini juga menjadi sumber air penting bagi masyarakat Kabupaten Kerinci dan Provinsi Jambi, baik untuk kebutuhan pertanian maupun konsumsi sehari-hari.

Legenda Calupat dan Calungga: Asal Usul Danau Kerinci

Keindahan Danau Kerinci tidak lepas dari kisah legenda lokal tentang dua saudara kembar yatim piatu, Calupat dan Calungga.

Konon, mereka tinggal di kaki Gunung Kerinci dan masing-masing mewarisi batu permata dari orang tua mereka—Calupat menerima mutiara dan Calungga menerima batu rubi.

Suatu ketika, Calungga menemukan telur raksasa saat berburu dan memutuskan memakannya sendiri, alih-alih membagikannya dengan saudaranya.

Akibat tindakannya, ia dilanda haus yang luar biasa dan meminum air sungai hingga kering, namun hausnya tak kunjung hilang.

Baca Juga  Acara RCTI Senin, 11 Agustus 2025 Mega Film TV, Preman Pensiun X hingga Amanah Wali

Tubuhnya perlahan berubah menjadi naga besar bersisik emas, dengan batu permata yang tertanam di kepalanya.

Untuk menguji kekuatannya, Calungga memohon pada dewa bumi untuk mengisi lingkaran tubuhnya dengan air.

Permintaan itu dikabulkan dan terciptalah Danau Bento.

Namun, karena merasa kesepian, Calupat memohon agar sang naga mengundang manusia ke lembah itu.

Angin kencang kemudian mengguncang Danau Bento, membentuk muara baru dan mengalirkan air ke arah timur.

Danau Bento pun kembali menjadi lembah, dan muncullah danau baru yang kini dikenal sebagai Danau Kerinci.

Penduduk pun mulai menetap di sekitarnya. Konon, sosok Calupat masih terlihat duduk di atas kepala naga hingga kini.

Baca Juga  Minuman Ajaib untuk Kulit Bercahaya, Cek Daftarnya di Sini!

Danau ini berada di Lembah Kerinci, sekitar 16 kilometer dari Sungai Penuh.

Ada dua kota besar terdekat sebagai pintu masuk utama: Jambi dan Padang.

Jika berangkat dari Kota Jambi, perjalanan menuju Sungai Penuh memakan waktu sekitar 10 jam dengan jarak sekitar 500 kilometer.

Rute ini bisa ditempuh dengan kendaraan umum atau mobil sewaan. Bandara di Jambi melayani penerbangan dari Jakarta dan Batam.

Alternatif yang lebih cepat adalah melalui Padang, dengan jarak tempuh di bawah 300 kilometer dan waktu perjalanan sekitar 5–6 jam.

Perjalanan bisa dilakukan dengan mobil pribadi, sewaan, atau transportasi umum. Bandara Internasional Minangkabau di Padang memiliki rute ke Jakarta, Medan, Batam, Pekanbaru, dan Kuala Lumpur.-***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *