KITAINDONESIASATU.COM-Pemerintah dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera mengusut siapa pembuang ratusan bangkai ayam di aliran irigasi di Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang.
Hal tersebut dilontarkan Gerakan Mahasiswa Serang Utara (Gamsut) dan keberadaan bangkai ayam diduga mencemari air yang digunakan warga untuk mengairi sawah serta menimbulkan bau tak sedap.
Dewan Penasihat dan Konsultasi PP Gamsut, Saefullah, meminta Pemerintah Kecamatan dan APH segera menelusuri pelaku pembuangan bangkai ayam tersebut. Karena tindakan tidak terpuji ini sangat meresahkan, terutama karena air irigasi memiliki peran penting dalam pertanian.
“Air disaluran irigasi tempat pembuanagn bakai ayam, digunakan untuk mengairi sawah. Coba bayangkan kalau bangkai ayam tersebut mengandung virus, tentu membahayakan warga. Untuk itu, kami mendesak pemerintah segera bertindak cepat,” ujar Saefullah dalam keterangan tertulis, kemarin.
Saefullah mengungkapkan banyak warga yang mengeluhkan adanya bau busuk menyengat dan menyebabkan mual-mual. Kondisi ini sudah berlangsung selama dua pekan tanpa adanya tindakan nyata dari pemerintah.“Pemerintah harus segera turun tangan dan mencari solusi atas keluhan warga. Jangan sampai masalah ini dibiarkan hingga menimbulkan dampak kesehatan yang lebih parah,” uajarnya.
Saefullah mengakui bahwa di Pontang terdapat pengusaha ternak ayam, namun, dirinya enggan berspekulasi mengenai keterlibatan mereka. Yang jelas tugas pemerintah dan pihak berwenang yaitu mengungkap pelaku serta mengatasi pencemaran ini.
“Jangan sampai kasus ini berlarut-larut. Sudah dua pekan berlalu, seharusnya pemerintah segera bertindak sebelum ada korban akibat pencemaran dan bau busuk yang mengganggu warga,” ujar Saefullah.
Sementara itu, Camat Kecamatan Pontang, Syamsuri, mengakui adanya adanya keluhan warga terkait penemuan ratusan bangkai ayam. “Kami baru mengetahui adanya ratusan bangkai ayam, memang ini sangat bau dan mengganggu masyarakat,” ujarnya. Pihaknya akan menindaklanjuti temuan bangkai ayam itu dengan cara mengentaskan dari aliran sungai irigasi terlebih dahulu


