KITAINDONESIASATU.COM – Megalomania adalah kondisi mental di mana seseorang merasa dirinya memiliki kekuasaan, kecerdasan, atau keagungan luar biasa, meski keyakinan tersebut tidak nyata.
Kondisi ini bukan sekadar kesombongan, tetapi termasuk bentuk waham kebesaran, bagian dari gangguan jiwa yang serius.
Penderita megalomania cenderung sulit diyakinkan, bahkan jika pandangannya dianggap tidak masuk akal oleh orang lain. Keyakinannya tetap kuat meski dibantah.
Beberapa gangguan kejiwaan yang dapat memicu megalomania antara lain:
Skizofrenia – Gangguan mental kronis yang memunculkan halusinasi dan waham, termasuk megalomania.
Gangguan bipolar – Saat memasuki fase mania, penderita bisa merasa sangat hebat hingga mengalami waham kebesaran.
Demensia – Penurunan fungsi otak akibat penuaan atau penyakit, bisa memunculkan waham termasuk megalomania.
Delirium – Kondisi mendadak seperti kebingungan parah akibat infeksi atau kekurangan oksigen, yang kadang disertai waham.
Gangguan waham (delusi) – Penderita hanya mengalami satu atau beberapa jenis waham, termasuk megalomania, tanpa gejala lain.
Penanganan megalomania tergantung penyebabnya, dan bisa meliputi:
Obat-obatan, seperti antipsikotik, penstabil mood, atau antidepresan.
Psikoterapi, khususnya terapi perilaku kognitif, untuk membantu mengubah cara berpikir yang keliru.
Perawatan intensif di rumah sakit jiwa, jika gejalanya parah dan membahayakan diri sendiri atau orang lain.
Megalomania sering tidak disadari oleh penderitanya, sehingga penanganan bisa terlambat.
Karena itu, jika orang terdekat menunjukkan gejala megalomania, sebaiknya segera dibawa berkonsultasi ke psikiater untuk mendapat bantuan profesional.-***


