News

Bogor Beradaptasi, Optimalkan Lahan Pertanian, Pemudahan Akses Pupuk di Tengah Kenaikan Harga Bahan Pangan 

×

Bogor Beradaptasi, Optimalkan Lahan Pertanian, Pemudahan Akses Pupuk di Tengah Kenaikan Harga Bahan Pangan 

Sebarkan artikel ini
kenaikan harga
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Chusnul Rozaqi (KIS/IST)

KITAINDONESIASATU.COM– Menjelang perayaan hari besar, fenomena kenaikan harga bahan pangan, terutama cabai dan bawang putih, menjadi perhatian serius.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Chusnul Rozaqi, menjelaskan bahwa lonjakan harga untuk kedua komoditas ini sudah menjadi hal biasa setiap kali menjelang hari-hari besar. 

“Untuk cabai dan bawang putih itu sudah biasa menjelang hari-hari besar mereka mengalami kenaikan. Kita mencari kiat-kiat untuk mengurangi kenaikan harganya. Namun, untuk bawang putih, karena masih bergantung pada impor, kebijakan pengaturannya tidak ada di tingkat lokal, melainkan di tingkat pusat,” ujar Chusnul, kepada kitaindonesiasatu.com, Kamis 13 Maret 2025.

Baca Juga  PWI Kota Bogor Tanding Seru di Turnamen Basket Hari Perhubungan 2024

Menurut Chusnul, upaya untuk mengendalikan harga bawang putih sangat tergantung pada alokasi kuota yang diberikan oleh pemerintah pusat.

“Kota Bogor hanya menerima kuota yang diberikan pusat, sehingga itu yang dapat kita salurkan kepada masyarakat,” tambah Chusnul. 

Selain masalah harga, DKPP juga dituntut untuk memberikan kemudahan aksesibilitas bagi para petani dalam mendapatkan pupuk. Chusnul menyebutkan, “Instruksi dari presiden dan kementrian mengharuskan kita untuk memberikan kemudahan kepada para petani tanpa perlu menggunakan kartu. Sekarang, para petani hanya cukup membawa KTP yang sudah terdaftar sebagai petani atau anggota.” 

Baca Juga  Prakiraan Cuaca Bogor 8 Januari 2025, Hujan Ringan dan Berawan

Saat ini, Kota Bogor hanya memiliki satu kios pupuk yang terletak di Situ Gede, Bogor Barat. Di kios tersebut, semua petani telah terdaftar dengan nama-nama mereka, memastikan proses pengambilan pupuk dapat berjalan lebih lancar.

Chusnul juga menambahkan bahwa kota Bogor memiliki sekitar 126 hektar lahan pertanian yang dikelola oleh sekitar 350 kelompok tani, dengan total mencapai 5.250 petani.

“Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa para petani harus terus eksis meskipun mereka tidak memiliki kelompok tani,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *