KITAINDONESIASATU.COM – Ziarah kubur, adalah salah satu tradisi masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Suci Ramadan. Tradisi ini memang dianurkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam.
Dalam hukum Islam, anjuran ziaran kubur adalah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah Sholallahu Alaihi Wasalam. Dan, anjuran tersebut dijelaskan dalam salah satu hadits yang diriwiayatkan oleh At-Tirmidzi.
Sholallahu Alaihi Wasalam bersabda:
“Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad tetah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang, berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat.” (HR. At-Tirmidzi)
Degan demikian, ziarah kubur dalam Islam manfaatnya sangat besar. Adapun manfaat ziarah kubur, salah satunya sebagai pengngat bahwa kematian pasti akan datang, dan ziarah kubur dapat memberikan keberkahan bagi yang meninggal karena membaca Al-Qur’an, tahlil, membaca doa-doa lainnya yang pahalanya diniatkan untuk mayit (orang yang meninggal).
Sementara doa ketika ziarah kubur sebagaimana tuntutan Imam an-Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar, yakni:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَاعْفُ عَنْهُ وَعَافِهِ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِمَاءٍ وَثَلْجٍ وَبَرَدٍ وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِههِ وَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ وَعَذَابَ النَّارِ
Teks latin: Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafìhii wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madkholahu, waghsilhu bil maa’i wats-tsalji wal baradi, wa naqqihi minal khathaaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wa abdilhu daaran khairan min daarihi wa ahlan khairan min ahlihi wa zaujan hhairan min zaujihi. Wa qihi fitnatal qabri wa ‘adzaban naar
Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), istri yang lebih baik dari isterinya. Dan jagalah ia dari fitnah kubur dan azab neraka.” (HR Muslim no 963)
Demikian penjelasan soal hukum ziarah kubur sebelum bulan Suci Ramadan tiba, semoga dapat membantu. Wallahu A’lam Bisshawab. (*)




