KITAINDONESIASATU.COM – Berita duka menyelimuti Kabupaten Blitar adanya empat kematian yang terjadi pada pekan ini Februari 2025.
Empat kematian terjadi akibat bukit longsor di galian tambang sirtu di Kali Putih Garum dan terjadinya kecelakaan lalu lintas menewaskan suami istri di perempatan lampu merah perempatan Poluhan, Srengat, Kabupaten Blitar.
Peristiwa longsor galian pasir terjadi pada Minggu (16/2/2025) di tambang Kali Putih di Desa Karangrejo, Kecamatan Garum, Blitar yang merupakan bagian lereng Gunung Kelud sisi Blitar menewaskan dua orang.
Sementara kecelakaan lalu lintas di lampu merah perempatan Poluhan, Srengat, Kabupaten Blitar, Selasa (18/2/2025) menewaskan dua orang pasangan suami istri akibat bus ugal-ugalan.
Bus Pariwisata Ngeblong di Lampu Merah Poluhan Srengat, Suami Istri Jadi Korban Hingga Tewas
Dalam peristiwa longsor di tambang tradisional ini dua pekerja galian tambang sirtu (pasir batu) meninggal dunia akibat tertimbun longsoran hingga kedalaman 5 meter yang terjadi Minggu (16/2/2025).
Kedua korban adalah Rohman (31) dan Nur Kholis (45) warga Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Pencarian korban rumit karena medan yang sulit, kedua korban tertimbun longsoran di posisi tanah bukit di ketinggian sekitar 50 meter dan rawan terjadinya longsor susulan.
Selain posisi longsor berada di atas ketinggian, kondisi sungai juga tidak aman, lantaran terjadinya banjir sewaktu-waktu disaat musim penghujan.
Pencarian dari tim gabungan BPBD Kabupaten Blitar akhirnya juga mendapatkan hasil korban ditemukan sehari kemudian, Senin (17/2/2025) dan korban kedua Nur Kholis ditemukan pada Selasa (19/2/2025).
Dua Penambang Pasir Kali Putih Blitar yang Tertimbun Longsoran Sudah Ditemukan
Sementara kecelakaan tragis lainnya adalah kecelakaan di lampu merah lampu merah perempatan Poluhan, Srengat, Kabupaten Blitar menewaskan pasangan suami istri, Selasa (18/2/2025) pukul 06:00 WIB.
Kecelakaan terjadi pada saat jalan sepi kemudian sebuah bus diduga ugal-ugalan di jalan ngeblong atau menerobos lampu merah di perempatan jalan itu.
Pada hal dari arah sisi lain arah selatan meluncur pengendara sepeda motor berboncengan hendak memotong jalan lantaran lampu dalam kondisi hijau.
Pasangan suami istri Suparmo dan Tumi warga Desa Ngaglik, Srengat, Kabupaten Blitar mengendarai Suzuki Smash ini tewas seketika disambar bus pariwisata Rana Jaya.
Tertimbun Sirtu Lima Meter, Korban Longsor Kali Putih Blitar Diketahui Rohman Warga Nglegok Blitar
Akibat kecelakaan itu kedua pengendara sepeda motor meninggal seketika korban Suparmo terlempar hingga sisi jalan, sementara istrinya Tumi terlempar di tengah jalan.
Sedangkan kendaraan korban tergilas bus hingga masuk ke kolong bus, hingga kondisi bagian bember depan bus terlepas dan rusak berat.
Semoga dua peristiwa ini menjadi pembelajaran warga di wilayah Kabupaten Blitar terkait bahaya saat melakukan penambangan sirtu di perbukitan dan bahaya jika pengendara ceroboh di jalan raya atau melanggar rambu-ramu lalu lintas. **



