KITAINDONESIASATU.COM – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, memperingatkan para pemimpin dunia agar tidak mudah percaya dengan pernyataan Presiden Rusia, Vladimir Putin, terkait kesiapannya untuk mengakhiri perang.
Peringatan ini disampaikan setelah serangkaian perkembangan dalam 24 jam terakhir, termasuk panggilan telepon antara Presiden AS, Donald Trump, dan Putin dalam upaya memulai negosiasi damai. Demikian dilaporkan The Guardian pada Kamis, 13 Februari 2025.
Dalam pembaruan di media sosial, Zelenskyy mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk.
Mereka membahas syarat-syarat yang diperlukan untuk mencapai perdamaian yang nyata dan berkelanjutan di Ukraina.
Keduanya sepakat bahwa negosiasi dengan Putin hanya dapat dilakukan jika Ukraina, Uni Eropa, dan Amerika Serikat memiliki posisi yang solid dan bersatu.
Zelenskyy juga menginformasikan kepada Tusk mengenai percakapannya dengan Trump serta menyoroti pentingnya koordinasi antara negara-negara Eropa guna mencapai hasil yang menguntungkan bagi seluruh kawasan.
Menurutnya, Ukraina harus bernegosiasi dari posisi yang kuat, dengan jaminan keamanan yang kokoh dan dapat diandalkan.
Keanggotaan Ukraina di NATO disebutnya sebagai solusi paling efisien bagi mitra-mitra internasional.
Selain itu, investasi besar dalam industri pertahanan Ukraina juga dinilai sebagai jaminan utama bagi keamanan jangka panjang negara tersebut.
Dalam pernyataan yang menegaskan keraguannya terhadap niat Rusia, Zelenskyy menegaskan kembali peringatannya kepada para pemimpin dunia agar tidak mempercayai klaim Putin mengenai kesiapan untuk mengakhiri perang.- ***
Sumber: The Guardian


