Lifestyle

Festival Iraw Tengkayu: Simbol Harmoni Alam dan Budaya di Kalimantan Utara

×

Festival Iraw Tengkayu: Simbol Harmoni Alam dan Budaya di Kalimantan Utara

Sebarkan artikel ini
FotoJet 8 12
Festival Iraw Tengkayu

KITAINDONESIASATU.COM – Festival Iraw Tengkayu merupakan salah satu perayaan budaya yang paling penting bagi suku Tidung di Tarakan, Kalimantan Utara.

Acara ini mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi masyarakat setempat, menjadikannya sebagai momen yang sangat dinanti.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga memainkan peran penting dalam melestarikan warisan budaya suku Tidung.

Festival ini berakar dalam tradisi suku Tidung, yang merupakan bagian dari kelompok Dayak yang bermukim di utara Kalimantan.

Kata Iraw dalam bahasa Tidung berarti “perayaan”, sedangkan Tengkayu merujuk pada sebuah pulau kecil yang melambangkan identitas Pulau Tarakan.

Sejak dahulu, festival ini diselenggarakan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen, serta bentuk penghormatan terhadap leluhur dan hubungan harmonis dengan alam.

Seiring perkembangan zaman, Festival Iraw Tengkayu terus berkembang menjadi ajang budaya yang lebih besar, tidak hanya melibatkan masyarakat lokal tetapi juga menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Festival ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, termasuk perlombaan tradisional, prosesi arak-arakan perahu, serta ritual adat khas suku Tidung.

Puncak dari festival ini adalah Parade Padaw Tuju Dulung, yaitu prosesi perahu hias yang diarak mengelilingi kota sebelum akhirnya dihanyutkan ke laut.

Pada bagian bawah perahu, terdapat bilah-bilah bambu yang digunakan oleh para pemuda untuk mengangkutnya.

Padaw Tuju Dulung memiliki tiga haluan dengan desain bertingkat: bagian tengah terdiri dari tiga tingkat, sedangkan dua haluan di sisi kiri dan kanan memiliki dua tingkat masing-masing.

Secara keseluruhan, perahu ini memiliki tujuh tingkat yang melambangkan jumlah hari dalam satu pekan, sebagai simbol perjalanan kehidupan manusia.

Sebelum prosesi utama, festival diawali dengan Pekan Kebudayaan Daerah selama lima hari.

Acara ini kemudian dilanjutkan dengan Pawai Budaya, di mana perahu Padaw Tuju Dulung diarak bersama dengan pertunjukan berbagai seni budaya dari seluruh Indonesia.

Kegiatan ini melibatkan komunitas lokal, perusahaan BUMN dan BUMD, organisasi pemerintahan daerah, serta masyarakat Tarakan, termasuk pelajar.

Sebagai bagian dari acara puncak, festival ini juga menampilkan tarian kolosal yang dibawakan oleh sekitar 250 penari dari berbagai sekolah di Tarakan.

Setelah itu, prosesi penurunan dan pelarungan Padaw Tuju Dulung ke laut dilakukan sebagai simbol rasa syukur kepada alam.

Festival Iraw Tengkayu bukan hanya sekadar perayaan tahunan, tetapi juga memiliki nilai sosial dan budaya yang mendalam.

Bagi suku Tidung, festival ini adalah momen penting untuk merayakan hasil panen, mempererat hubungan dalam komunitas, serta menjaga dan meneruskan tradisi leluhur kepada generasi muda.

Selain itu, festival ini juga menjadi bagian dari program Karisma Event Nusantara yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), sebagai upaya pelestarian budaya yang juga mampu menarik wisatawan.

Festival Iraw Tengkayu rutin digelar setiap tahun pada bulan Oktober, menjadikannya sebagai salah satu agenda budaya utama di Kalimantan Utara.- ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *