KITAINDONESIASATU.COM – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa pembekalan bagi kepala daerah akan berpusat pada tugas pokok dan fungsi (tupoksi), wawasan kebangsaan, serta arah pembangunan nasional yang dirangkum dalam delapan program prioritas Astacita.
Menurutnya, kegiatan retreat yang akan berlangsung di Akademi Militer (Akmil) Magelang bertujuan untuk menyamakan pemahaman para kepala daerah terkait peran mereka.
“Kepala daerah memiliki latar belakang yang beragam, tidak semuanya berasal dari dunia politik atau pemerintahan. Ada yang berlatar belakang pengusaha, tokoh agama, hingga budayawan. Oleh karena itu, penting untuk memberikan pembekalan awal agar mereka memiliki persepsi yang sama mengenai tupoksi mereka,” ujar Bima, dikutip dari Antara.com pada Senin, 10 Februari 2025.
Selain memperdalam pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab kepala daerah, mereka juga akan mendapatkan arahan dari berbagai kementerian guna memastikan kebijakan daerah selaras dengan agenda nasional.
“Yang kedua, kepala daerah harus memahami arahan dari kementerian terkait, terutama yang berkaitan dengan Astacita. Ini sangat penting,” tambahnya.
Bima juga menyampaikan bahwa materi pembekalan akan mencakup penguatan wawasan kebangsaan dan ketahanan negara yang diberikan oleh Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas).
“Pembekalan ini dipadatkan dalam satu minggu, mencakup materi dari Lemhannas dan Kemendagri. Dengan format yang lebih efisien ini, para kepala daerah dapat langsung fokus bekerja setelahnya,” jelasnya.
Retreat kepala daerah dijadwalkan berlangsung pada 21–28 Februari 2025. Pihaknya terus memastikan kesiapan fasilitas di Akmil, termasuk ketersediaan tenda, listrik, kamar mandi, dan saluran air untuk para peserta.
“Kami telah memastikan kesiapan seluruh fasilitas, dan rasanya semuanya sudah sangat siap,” ungkapnya.
Bima berharap, dengan pembekalan yang lebih terstruktur dan efisien ini, para kepala daerah dapat menjalankan tugas mereka dengan pemahaman yang sejalan dengan kebijakan nasional.
“Tradisi pembekalan kepala daerah sudah ada sejak lama. Namun, kali ini formatnya dibuat lebih efektif dan efisien,” pungkasnya.- ***
