Lifestyle

Mengenang Kapten Rebecca Lobach: Prajurit Angkatan Darat AS yang Tewas dalam Tragedi Helikopter Black Hawk

×

Mengenang Kapten Rebecca Lobach: Prajurit Angkatan Darat AS yang Tewas dalam Tragedi Helikopter Black Hawk

Sebarkan artikel ini
FotoJet 1 2
Kapten Rebecca M. Lobach, prajurit Angkatan Darat AS

KITAINDONESIASATU.COM – Angkatan Darat AS telah mengidentifikasi seorang prajurit wanita, Kapten Rebecca Lobach, yang berada di dalam helikopter Black Hawk yang jatuh setelah bertabrakan dengan pesawat American Airlines.

Kapten Lobach, –berasal dari Durham North Carolina– bergabung dengan Batalyon Penerbangan ke-12 di Fort Belvoir, Virginia, pada Juli 2019.

Sebelumnya, pihak Angkatan Darat menahan identitasnya atas permintaan keluarga, namun akhirnya mengungkapkannya setelah mendapat persetujuan dari keluarga.

Keluarga Lobach menggambarkannya sebagai seorang sosok yang luar biasa dalam hidup mereka, menyebutnya sebagai “pejuang” yang selalu siap membela negara.

Mereka menambahkan bahwa meskipun hidupnya singkat, Rebecca memberikan dampak besar pada setiap orang yang mengenalnya.

Lobach menerima berbagai penghargaan, termasuk Army Commendation Medal dan National Defense Service Medal.

Ia juga dikenal berprestasi, lulus dalam 20% teratas dari kadet ROTC nasional dan pernah menjabat sebagai asisten sosial Gedung Putih selama pemerintahan Biden.

Lobach juga diingat sebagai sosok yang memiliki peran penting dalam membantu teman-temannya melewati masa-masa sulit.

Ia memiliki lebih dari 450 jam terbang sebelum tragedi tersebut dan telah mendapatkan sertifikasi sebagai pilot komando.

Penyebab kecelakaan yang melibatkan Black Hawk dan pesawat American Airlines masih belum jelas, dan hingga kini menjadi misteri.

Selain Lobach, dua prajurit lainnya yang berada di helikopter tersebut juga telah diidentifikasi sebagai Kepala Perwira 2 Andrew Eaves dan Staf Sersan Ryan Austin O’Hara.

Tragedi tersebut juga menewaskan sejumlah anggota komunitas seluncur es global dan seorang ibu dengan dua anak kecil, serta beberapa korban lainnya.- ***

Sumber: New York Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *