KITAINDONESIASATU.COM – Setiap sandera yang dibebaskan oleh Hamas menerima sebuah “tas hadiah” berwarna coklat sebelum diserahkan ke Palang Merah.
Kelompok Hamas juga merilis sebuah video yang tampaknya bertujuan sebagai propaganda, yang menunjukkan kepulangan para sandera.
Tas hadiah itu berisi “suvenir dan kenang-kenangan,” termasuk foto-foto mereka saat ditawan, gambar kenangan Gaza, serta sertifikat tertentu.
Ketiga sandera, yaitu Romi Gonen, Emily Damari, dan Doron Steinbrecher, terlihat dalam video yang menunjukkan mereka dimasukkan ke dalam mobil dengan tenang, lalu Hamas menyerahkan kantong kertas dengan logo kelompok tersebut.
Tas hadiah itu, yang disebut sebagai “permainan sinis” oleh para sandera, tampaknya dimaksudkan untuk memanipulasi mereka, seperti yang dilaporkan oleh Jerusalem Post.
Para sandera tampak memegang tas tersebut saat mereka bertemu dengan tentara IDF.
Selanjutnya, mereka dibawa melalui kota Gaza dengan iring-iringan mobil, sementara massa yang mengerumuni kendaraan meneriakkan yel-yel.
Akhirnya, mereka tiba di mobil Palang Merah dan diserahkan untuk dibawa ke tempat aman.
Gencatan senjata antara Israel dan Hamas melibatkan beberapa fase, yang dimulai dengan pembebasan 33 sandera Israel secara bertahap sebagai imbalan atas pembebasan ratusan warga Palestina.
Selama fase pertama, tiga sandera pertama dibebaskan. Empat lainnya di hari ketujuh, dan pembebasan mingguan akan berlanjut.
Israel akan membebaskan wanita, anak-anak, dan orang tua Palestina sebagai pengganti sandera sipil yang dibebaskan, dengan jaminan lebih lanjut tentang perjanjian di tahap kedua dan ketiga.- ***
Sumber: New York Post
