KITAINDONESIASATU.COM – Sebanyak tujuh orang santri Pondok Pesantren di Kelurahan Pondok Kelapa, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur, menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh si pemilik.
Kasus ini terungkap setelah sebelumnya pihak kepolisian dari Polsek Duren Sawit mengamankan terduga pelaku beserta empat korban. Keseluruhannya diamankan atas dugaan aksi pelecehan seksual yang dialami oleh beberapa santri.
“Awal mulanya, karena saya baru pulang kerja, tahu-tahu sudah ramai, masyarakat Kampung Tipar di sini ini katanya ada pencabulan. Pelakunya yang pemilik pesantren ini KH, sama tadi diamankan juga empat orang korbannya,” kata Rudi, 49, salah seorang warga, Rabu (15/1).
Dikatakan Rudi, dirinya tak menyangka kalau KH yang merupakan teman sekolahnya melakukan tindakan asusila. Apalagi, warga setempat mengenal pemilik pondok pesantren berinisial KH itu sebagai sosok yang baik.
“Ya kalau Ustad KH mah, boleh dikatakan memang saya juga satu RT, satu RW, teman. Tidak nyangka bahwa perilakunya seperti itu, beliau namanya Ustad, ya baik-baik saja,” ujar Rudi.
Sementara itu, salah seorang santri berinisial A, 15, mengatakan, ada tujuh orang rekannya yang menjadi korban tindak asusila dari pemilik pondok pesantren. “Iya ada tujuh orang (temen semua), dari SMP mau ke SMA. Pengakuannya disodomi di kamar ustad,” imbuhnya.
Dikatakan A, tujuh korban dari temannya ini, hanya menceritakan perihal pelecehan seksual itu kepada teman dekatnya saja. “Saya ga dapat cerita, tapi memang ada beberapa cerita, tapi ke teman dekat saja yang dipercaya,” ujarnya.
Saat ini, baik korban maupun terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan atas dugaan aksi pelecehan tersebut. Keseluruhannya telah di bawa ke Polres Jakarta Timur untuk penyeldikan lebih lanjut. (*)


