News

Bali Internasional Airshow Komitmen Indonesia di Sektor Kedirgantaraan

×

Bali Internasional Airshow Komitmen Indonesia di Sektor Kedirgantaraan

Sebarkan artikel ini
images 4 2

KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Republik Indonesia akan menggelar Bali International Airshow 18-21 September 2024. Pameran kedirgantaraan ini pun akan dihadiri perusahaan-perusahaan dunia maskapai penerbangan yang berasal dari 35 negara.

Adapun perusahaan itu seperti Airbus, Bell Helicopters, Boeing, Brahmos, Dassault Aviation, Embraer, Garuda Group, Leonardo (represented by Helitech Asia – distributor Asia-Pac), Lion Air, MBDA, PT Dirgantara Indonesia, Textron Aviation, hingga Thales.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, sejumlah perusahaan dunia bakal hadir di helatan Bali International Airshow. “Dari laporan yang saya terima, berbagai perusahaan terkemuka telah memastikan partisipasinya untuk hadir. Bali International Airshow 2024 menunjukkan komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin di sektor kedirgantaraan,” katanya, yang dikutip Selasa (20/8).

Menurut Luhut, Bali International Airshow 2024 pertama kali diselenggarakan kembali setelah 28 tahun, setelah sebelumnya digelar di Cengkareng pada 1996. Ia menyebut acara ini bakal dihadiri 6.000 trade visitors dari 100 perusahaan serta lebih dari 100 delegasi dari 35 negara dan wilayah. “Beberapa menteri negara sahabat juga konfirmasi akan hadir pada acara tersebut,” ujarnya.

Bali International Airshow 2024 diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Perhubungan, dan TNI Angkatan Udara Indonesia (TNI AU). Selanjutnya Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, AirNav Indonesia, Otoritas Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, dan Angkasa Pura Airports, dan PT Pertamina (Persero) hadir sebagai sponsor utama.

Sementara itu Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi menambahkan, pihaknya bakal mengatur jadwal penerbangan dari dan ke Bali saat Airshow berlangsung. Bahkan pihaknya telah memberi pengumuman pada maskapai yang terdampak.

“Kami sudah secara administratif mengeluarkan surat edaran bahkan membuat operational guidance terkait pengaturan ruang udara. Jadi para penyelenggara nanti dikoordinasikan dengan Dirjen Udara, kami pastikan Airshow berjalan sama baiknya dengan yang dilakukan di dunia lain,” kata Budi.

Budi optimis pengaturan jadwal pesawat dari dan ke Bali saat penyelenggaraan Airshow bisa berjalan baik. Sebab, pihaknya telah berpengalaman melakukan hal yang sama saat gelaran G20 di Bali pada 2022. “Sehingga kegiatan Airshow ini relatif bisa kami manage dengan baik,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *