Sosok

Profil Yos Suprapto, Seniman yang Pameran Tunggalnya di Galeri Nasional Ditunda

×

Profil Yos Suprapto, Seniman yang Pameran Tunggalnya di Galeri Nasional Ditunda

Sebarkan artikel ini
Pameran Yos Suprapto Gagal Dibuka Akibat Kontroversi Lima Lukisan, Anies Baswedan Beri Tanggapan
Pameran Yos Suprapto Gagal Dibuka Akibat Kontroversi Lima Lukisan, Anies Baswedan Beri Tanggapan

KITAINDONESIASATU.COM – Nama Yos Suprapto menjadi sorotan di media sosial setelah kabar penundaan pameran tunggalnya di Galeri Nasional Indonesia (GNI) tersebar.

Pameran bertajuk Kebangkitan: Tanah untuk Kedaulatan Pangan, yang dijadwalkan berlangsung dari 19 Desember 2024 hingga 19 Januari 2025, ditunda karena alasan teknis kurasi.

Profil dan Perjalanan Hidup

Yos Suprapto, lahir di Surabaya pada 26 Oktober 1952, adalah seorang seniman, pelukis, dan aktivis yang dikenal akan kepeduliannya terhadap isu sosial dan lingkungan. 

Ketertarikannya pada seni muncul sejak usia muda, hingga membawanya menempuh pendidikan di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta pada 1970. Namun, ia memutuskan keluar tiga tahun kemudian.

BACA JUGA : Overstay 1.316 Hari, Jurnalis Asal Spanyol Dideportasi ke Negaranya

Yos melanjutkan studi di Southern James Cook University, Australia, dan memperoleh gelar PhD di bidang Sosiologi Kebudayaan.

Selama lebih dari 25 tahun tinggal di Australia, ia aktif dalam penelitian dan organisasi lingkungan, termasuk menjadi ketua The Rainforest Information Centre di Lismore.

Sebagai seniman, karya-karya Yos didominasi warna-warna simbolis seperti hitam, merah, biru, dan hijau, dengan gaya abstrak yang kerap menyampaikan kritik sosial.

Ia telah menggelar berbagai pameran tunggal, di antaranya Bersatu Dengan Alam (1994), Barbarisme: Perjalanan Anak Bangsa (2001), dan Republik Udang (2005). Pameran-pamerannya tidak hanya menyoroti isu lingkungan, tetapi juga menyampaikan kritik terhadap korupsi dan kondisi sosial-politik Indonesia.

Selain seni, Yos juga memiliki keahlian di bidang pertanian. Ia menulis buku berjudul Aplikasi Pupuk Kandang yang Ramah Lingkungan dalam Perspektif Budaya (2022) dan meneliti kandungan mineral selama lebih dari 10 tahun.

Pameran terakhirnya di Galeri Nasional pada 2017 bertajuk Arus Balik Cakrawala mengangkat tema budaya maritim dan evaluasi perjalanan bangsa. Salah satu lukisannya, Adu Domba, menjadi simbol kritik atas praktik politik yang memecah belah masyarakat demi kekuasaan.

Hingga kini, Yos Suprapto tetap dikenal sebagai seniman dan aktivis yang konsisten mengangkat isu sosial dan lingkungan melalui karya-karyanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *