KITAINDONESIASATU.COM – Belakangan ini, kabar mengenai rencana Presiden Prabowo untuk menerapkan kebijakan libur panjang selama satu bulan di bulan Ramadan semakin ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial.
Kebijakan tersebut rencananya akan diterapkan kepada peserta didik dan tenaga pendidik, mirip dengan kebijakan yang diterapkan pada era Presiden ke-4, Abdurrahman Wahid (Gus Dur).
Isu ini semakin viral, terutama di platform seperti Facebook dan TikTok. Beberapa netizen bahkan membagikan kalender pendidikan yang memperlihatkan jadwal libur sekolah selama satu bulan penuh di bulan Maret.
Kabar ini semakin menarik perhatian publik setelah video pernyataan Prabowo pada tahun 2019 kembali viral.
Dalam video tersebut, Prabowo yang saat itu belum menjabat sebagai Presiden mengungkapkan bahwa kebijakan libur panjang selama Ramadan dapat membantu umat Islam untuk menjalankan ibadah dengan tenang.
“Ini baru Presiden kita sesungguhnya, bulan sakral umat Islam dihormati dengan meliburkan kegiatan sekolah agar kita bisa beribadah dengan tenang,” ungkap Prabowo dalam video yang beredar pada Minggu (1/12/2024).
Pada 2019, Prabowo memang berharap kebijakan serupa diterapkan, agar siswa bisa memanfaatkan waktu libur untuk kegiatan positif seperti pesantren kilat dan memperdalam ilmu agama.
Ia juga menyarankan agar waktu libur digunakan oleh siswa untuk lebih banyak berinteraksi dengan keluarga.
Setelah Prabowo resmi menjadi Presiden pada 2024, wacana tentang libur sekolah satu bulan di bulan Ramadan kembali mencuat dan semakin banyak dibicarakan di kalangan masyarakat. Namun, hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi terkait penerapan kebijakan libur satu bulan pada bulan Ramadan.


