KITAINDONESIASATU.COM – Pengamat Kebijakan Publik, Amir Hamzah buka suara ihwal perombakan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Menurutnya, perombakan tersebut merupkn murni penataan birokrasi imbas perubahan struktural dari pemerintah pusat. Karena itu, ia menilai langkah Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta, Teguh Setyabudi sangat strategis untuk menyongsong era baru kepemimpinan nasional.
“Pelantikan tersebut merupakan langkah awal dari penataan birokrasi DKI Jakarta guna memperkuat kinerja Pemprov DKI Jakarta menyongsong era baru kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto,” ujar Amir Hamzah saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (13/11).
Jika berkaca kepada kabinet yang dibentuk Presiden Prabowo, kata Amir, maka dapat diperkirakan bahwa mulai tahun depan 2025 akan terjadi perubahan struktural pada tatanan organisasi Pemda DKI Jakarta.
Oleh karenanya, untuk menghadapi perubahan struktural itu, penataan birokrasi berupa pengisian jabatan kosong sudah harus diselesaikan sebelum Januari 2025.
“Terkait penataan birokrasi dimaksud, menurut informasi, PJ Gubernur akan melantik Arifin sebagai Walikota Jakarta Pusat menggantikan Dani Sukma. Ini berarti, jabatan Kasatpol PP akan kosong,” kata Amir.
Sedangkan Wali Kota Jakarta Pusat Dani Sukma, ungkapnya, disinyalir akan ditempatkan pada posisi yang lebih strategis.
“Besar kemungkinan akan diposisikan ke Askesmas Sekda DKI Jakarta atau Sekretaris DPRD DKI Jakarta,” tutur Amir.
