News

Ribuan Ikan Sarden Terdampar di Pantai Rajegwesi Banyuwangi, Warga Panen

×

Ribuan Ikan Sarden Terdampar di Pantai Rajegwesi Banyuwangi, Warga Panen

Sebarkan artikel ini
ikan sarden
Ribuan ikan sarden melimpah terdampar di pinggir pantai Rajegwesi, Banyuwangi, warga pesta ikan tanpa harus melaut. tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Fenomena alam langka terjadi di pantai Rajegwesi, desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Ikan jenis lemuru atau ikan sarden berhamburan terdampar di pantai, fenomena ini membuat warga kegirangan dan berebut memanen ikan gratis, serta viral di media sosial (medsos).

Diketahui peristiwa langka ini terjadi pada pukul 09:00 WIB, Selasa 5 November 2024), saat nelayan dan warga sedang beraktivitas di tepi pantai.

Nelayan Pantai Rajegwesi, Sentot (54) mengatakan ada ratusan ribu ikan lemuru terdampar di sepanjang pantai.

Puluhan warga pun ramai berebut mengambil ikan itu untuk dibawa pulang serta dijual.

Diketahui bahwa ikan lemuru itu terdampar di tepi pantai, karena dikejar oleh ikan predator jenis tuna dan tongkol.

“Dari tengah perairan dikejar ikan besar jenis tuna jadi ikan kecil itu melompat ke daratan,” paparnya.

Jumlah keseluruhan ikan yang didapat warga pun tak sedikit.

Diperkirakan jumlah ikan yang terdampar di tepi pantai sekitar 1,5 kuintal.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Banyuwangi, Ganis Dyah Limaran mengungkapkan feneomena ini terjadi karena adanya arys kuat yang membawa ikan menuju daratan.

Fenomena itu terjadi diakibatkan oleh sejumlah faktor, salah satunya arus kuat yang membawa ikan-ikan menuju daratan.

Setelah berada di daratan ikan-ikan ini tidak bisa kembali karena laju surut air laut begitu cepat.

Menurut Ganis, tekanan angin dan arus yang cukup kuat, berpotensi membawa ikan-ikan lemuru itu menuju daratan.

Tekanan angin yang seharusnya berada di lautan justru berhembus ke pantai, sehingga membawa ribuan ikan itu menuju tepi pantai lalu terdampar di daratan.

Didukung dengan surutnya air di sekitaran tepi pantai yang berlangsung begitu cepat setelah tekanan angin dan arus yang sama kuatnya.

Sehingga ikan-ikan ini tidak bisa kembali ke laut mengikuti pergerakan surutnya air yang cepat.

Fenomena di Pantai Rajegwesi merupakan fenomena alam biasa, sebut upwelling (naiknya air laut).

“Yakni air laut dingin yang membawa unsur hara dan klorofil ke permukaan perairan,” jelas Ganis.

Peristiwa seperti ini lumrah terjadi, masyarakat tak perlu khawatir, peristiwa serupa juga sempat terjadi di sejumlah pantai yang ada di Pulau Jawa.

Dan dimungkinkan faktornya sama dengan fenomena yang terjadi di Pantai Rajegwesi. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *