KITAINDONESIASATU.COM – Perusahaan infrastruktur Bitcoin, Blockstream, mengembangkan riset teknologi tanda tangan digital baru untuk mengantisipasi ancaman komputer kuantum terhadap keamanan aset kripto.
Salah satu teknologi yang dinilai menjanjikan adalah Falcon-1024, skema kriptografi yang berpotensi memperkuat perlindungan transaksi Bitcoin pada masa mendatang.
Laporan Bloomingbit pada 6 November 2026 menyebutkan, Blockstream mengangkat penelitian tersebut dalam pembaruan bisnis kuartal ketiga yang diterbitkan pada 5 November 2026. Tim peneliti sebelumnya membandingkan tiga skema tanda tangan berbasis lattice, yakni Dilithium, Falcon, dan Hawk.
Tanda tangan digital berperan penting dalam jaringan Bitcoin karena mekanisme ini membuktikan bahwa pemilik aset memiliki kewenangan untuk membelanjakan koinnya. Namun, komputer kuantum yang cukup kuat berpotensi memecahkan sistem kriptografi yang saat ini melindungi proses tersebut.
Falcon-1024 Dinilai Menjadi Kandidat Teknologi Baru Bitcoin
Dalam hasil penelitian, Blockstream menilai Falcon-1024 menawarkan keseimbangan terbaik antara ukuran data, kecepatan verifikasi, dan landasan keamanan. Teknologi ini dinilai lebih menjanjikan dibandingkan beberapa alternatif berbasis lattice yang turut diteliti.
Meski demikian, penerapan Falcon-1024 masih menghadapi sejumlah kendala teknis.
Tim peneliti perlu menuntaskan proses standardisasi Falcon, memastikan ketersediaan implementasi yang telah tervalidasi, serta mengatasi kebutuhan memori pada perangkat dompet perangkat keras atau hardware wallet.
Peneliti juga belum menemukan solusi praktis untuk mengelola banyak kunci publik dari satu kunci utama seperti yang digunakan dompet Bitcoin saat ini.
Untuk jangka pendek, Blockstream justru menilai tanda tangan berbasis hash sebagai pilihan yang lebih konservatif. Metode tersebut memiliki dasar keamanan yang telah melalui pengujian lebih panjang.

