KITAINDONESIASATU.COM – PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk. (ZYRX), salah satu produsen komputer lokal di Indonesia, menghadapi tekanan kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama 2026.
Perusahaan ZYRX tercatat mengalami kerugian bersih setelah sebelumnya mampu membukukan keuntungan pada periode yang sama tahun lalu.
Penurunan penjualan laptop dan meningkatnya beban operasional menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi kondisi keuangan perusahaan.
Berdasarkan laporan keuangan hingga 30 September 2026, ZYRX mencatatkan kerugian bersih sebesar Rp21,83 miliar. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan periode Januari hingga September 2025 ketika perusahaan masih membukukan laba bersih Rp692,13 juta.
Pendapatan usaha perseroan juga mengalami penurunan sebesar 20,10 persen secara tahunan menjadi Rp186,07 miliar. Sebelumnya, pendapatan ZYRX mencapai Rp232,87 miliar pada periode yang sama.
Penjualan Laptop Zyrex Turun, Beban Keuangan ZYRX Semakin Membesar
Salah satu penyebab utama melemahnya pendapatan ZYRX berasal dari penurunan penjualan produk komputasi portabel, termasuk laptop dan tablet. Segmen tersebut mengalami kontraksi sebesar 47,99 persen menjadi Rp71,36 miliar dari sebelumnya Rp137,18 miliar.
Meskipun demikian, perusahaan masih mencatatkan pertumbuhan pada segmen produk teknologi informasi lainnya. Penjualan IT product meningkat 24,35 persen menjadi Rp106,19 miliar. Namun, pertumbuhan tersebut belum mampu menutupi penurunan tajam pada bisnis laptop.
Tekanan keuangan semakin terasa akibat meningkatnya berbagai pengeluaran perusahaan. Beban penjualan naik 80,81 persen, sedangkan beban umum dan administrasi bertambah 17,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya.



