Selain itu, beban bunga dan keuangan mengalami lonjakan hingga 355,90 persen menjadi Rp13,70 miliar. Peningkatan tersebut berkaitan dengan bertambahnya pinjaman bank jangka pendek perusahaan.
Di tengah kondisi tersebut, ZYRX masih menunjukkan perkembangan positif melalui arus kas operasional yang mencapai Rp49,25 miliar. Kas dan setara kas juga tercatat sebesar Rp132,87 miliar pada akhir September 2026.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi ZYRX untuk memperbaiki penjualan, mengendalikan beban operasional, serta memperkuat daya saing produk komputer lokal di tengah persaingan industri teknologi.(*)



