KITAINDONESIASATU.COM – Geger keberadaan seorang pria yang menggenakan seragam TNI berpangkat jenderal lalu lalang di Bandara Internasional Juanda Sidoarjo seorang anggota berpangkat kopral mengalami gangguan kejiwaan.
Sorotan yang diunggah disosial media itu sempat viral lantara keberadaan seorang berpangkat Jenderal bintang empat lalu lalang di bandara tanpa pengawalan dengan mengenakan ransel.
Pria itu ternyata memang seorang anggota TNI namun bukan berpangkat jenderal bintang empat melainkan berpangkat Kopral Satu (Koptu) berinisial MT seorang anggota Kondim di Sidoarjo yang mengalami gangguan kejiwaan.
Dandim 0816/Sidoarjo Letkol Arh Muhammad Ansyari mengatakan jika MT telah diamankan dan dijemput dijemput Pasi Intel Kodim 0816/Sidoarjo Kapten Wahyu untuk menjalani pemeriksaan.
Menurut Muhammad yang bersangkutan sudah dimintai keterangan dan kini dikembalikan ke keluarganya, Dandim memastikan meski mengenakan tanda pangkat empat bintang, MT sebenarnya berpangkat Kopral Satu atau Koptu dan tercatat sebagai anggota Kodim 0816/Sidoarjo.
Dikatakan oleh Muhammad Ansyari jika atribut bintang empat yang diakenakan bukan pangkat kedinasan MT, namun ada atribut lain yang dia kenakan juga tidak sesuai dengan ketentuan seragam kedinasan TNI, yang jelas pangkat yang bersangkutan Koptu, bukan jenderal.
Menurut Muhammad Asyari Koptu MT memiliki riwayat perpindahan kesatuan sebelum sebelumnya tahun 2023 berasal dari Yonzikon 12 Kodam II Sriwijaya di Palembang kemudian dipindahkan ke Korem 084 Bhaskara Jaya di Surabaya, kemudian akhirnya bertugas di Kodim 0816/Sidoarjo.
Di Kodim 0816/Sidoarjo MT bertugas sejak tahun 2025 kemudian ketika yang bersangkutan berada di Bandara Juanda diketahui MT hendak melakukan perjalanan ke Palembang, Sumatera Selatan, untuk menemui istri dan anaknya yang masih ada di sana.
Menurut Dandim kondisi kesehatan MT selama ini memang menjadi perhatian pihak kesatuan, sejauh ini MT sebenarnya rutin mendapatkan pendampingan serta pemeriksaan dari dokter spesialis terkait kondisi kejiwaannya.
Namun belakangan ini kondisi MT semakin tidak baik setelah ibunya meninggal dunia beberapa waktu lalu, pihak Kodim juga memberikan penyesuaian tugas dengan keadaan kejiwaannya.
“Memang yang bersangkutan ada masalah kesehatan. Selama ini juga rutin kontrol ke dokter spesialis. Untuk sementara masih berdinas, tetapi kami berikan tugas-tugas ringan. Tidak diberikan tugas yang berat,” jelas Ansyari.
Setelah peristiwa tersebut, Kodim 0816/Sidoarjo melakukan koordinasi dengan Korem dan Kodam V/Brawijaya, berkaitan dengan kondisi MT sekaligus langkah yang akan diambil untuk memberikan solusi atas anggota Kodim Sidoarjo ini.
Ansyari menyebut salah satu opsi yang diusulkan adalah pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini, usulan itu mempertimbangkan kondisi kesehatan MT yang selama ini membutuhkan pendampingan khusus dan pemeriksaan dokter spesialis.
Saat ini pihak Kodim sudah koordinasi dengan Korem dan Kodam V Brawijaya untuk pemberhentian dengan hormat atau pensiun dini karena kondisi kesehatan yang bersangkutan memang tidak baik-baik saja. **






