Keuangan

IHSG Terkoreksi, Investor Asing Justru Borong 10 Saham Ini: BBCA Paling Banyak Diburu

×

IHSG Terkoreksi, Investor Asing Justru Borong 10 Saham Ini: BBCA Paling Banyak Diburu

Sebarkan artikel ini
IHSG hari ini Melesat ke 6.524.
IHSG Menguat 2,25 Persen (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan anomali pada perdagangan sesi pertama Rabu, 4 November 2026. Ketika indeks saham domestik melemah, investor asing justru mencatatkan pembelian bersih atau net foreign buy di sejumlah saham unggulan.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang dikutip CNBC Indonesia, investor asing membukukan net buy sebesar Rp268,67 miliar di seluruh pasar. Nilai pembelian tercatat mencapai Rp2,12 triliun, sedangkan penjualan berada di angka Rp1,86 triliun.

Di sisi lain, IHSG ditutup melemah 43,35 poin atau 0,88 persen ke level 4.860,94. Kondisi ini memperlihatkan bahwa arus dana asing tidak selalu bergerak searah dengan kinerja indeks secara keseluruhan.

BBCA dan BBRI Mendominasi Pembelian Asing

Saham perbankan menjadi sasaran utama investor asing. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menempati posisi teratas, disusul PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Berikut 10 saham dengan pembelian bersih asing terbesar pada sesi pertama perdagangan:

  1. BBCA: Rp117,43 miliar.
  2. BBRI: Rp64,62 miliar.
  3. TINS: Rp25,67 miliar.
  4. BRIS: Rp22,32 miliar.
  5. DEWA: Rp15,54 miliar.
  6. MEDC: Rp12,63 miliar.
  7. PTRO: Rp12,33 miliar.
  8. TLKM: Rp11,83 miliar.
  9. EMAS: Rp9,57 miliar.
  10. PACK: Rp8,74 miliar.

Meski mencatatkan pembelian bersih secara keseluruhan, investor asing tidak memborong semua saham. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) justru menjadi saham dengan penjualan bersih asing terbesar, mencapai Rp67,64 miliar.

Selanjutnya, tekanan jual juga menyasar TPIA, BRPT, ITMG, dan AMMN.

Perbedaan arah transaksi tersebut menunjukkan investor asing cenderung selektif dalam menentukan portofolio. Namun, pembelian bersih dalam satu sesi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar telah memasuki tren penguatan. Perkembangan arus dana pada perdagangan berikutnya tetap perlu dicermati.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *