KITAINDONESIASATU.COM – Seorang dokter senior dari Thailand Dr Oak mengungkapkan untuk menjaga kesehatan bagi penderita tekanan darah tinggi agar tidak melakukan kebiasaan bagun dari tidur.
Dr Oak mengajak Anda untuk memeriksa 10 kebiasaan buruk yang berisiko meningkatkan terjadinya struk, khususnya bagi penderita tekanan darah tinggi.
Diapun kemudian memberikan tips untuk membantu perawatan pembuluh darah Anda agar tetap terjaga hingga terbebas dari gejala stroke.
Bagi mereka yang memiliki tekanan darah tinggi dan kolestrol tinggi Dr Oak agar meninjau kebiasaan mereka setelah bangun tidur, mulai dari cara bangun dari tempat tidur dan pilihan makanan hingga merokok dan olahraga.
Dia juga menyarankan untuk menyesuaikan rutinatas demi kesehatan yang lebih baik, mencegah stroke membutuhkan pengendalian risiko secara terus menerus dan tidak dapat dijamin hanya dengan minum air atau mengubah kebiasaan pagi hari.
Asosiasi Stroke Amerika menyatakan tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke, sepertinya halnya merokok, kondisi jantung tertentu dan fibrasi atrium atau gangguan irama jantung dengan denyut yang tidak beraturan.
Tekanan daharah tinggi seringkali tidak menunjukkan gejalan, penting untuk memantau dan melacak tekanan darah anda secara teratur, jangan mengandalkan perasaan pusing, kaku di lerher bahu dan punggung sebagai diangnose stroke.
Istilah darah kental tidak boleh digunakan untuk menyimpulkan bawah setiap orang bagun tidur dengan kondisi berbahaya itu selalu menjadi penyebab kelumpuhan.
Bisa saja pusing setelah bangun tidur mungkin disebabkan oleh tekanan darah rendah saat mengubah posisi, ini berbeda dengan stroke, namun jika ini sering terjadi, Anda mungkin pingsan sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan apa penyebabnya.
Beberapa hal yang perlu Anda hindari saat bangun tidur pagi, berikut penjelasan singkatnya:
- Bagun dengan secara tiba-tiba dari tempat tidur
Hindari bangun dari tempat tidur secara tiba-tiba, perubahan secara tiba-tiba dapat menyebabkan pusing akibat tekanan darah rendah ortostatik, khususnya bagi lansia atau bagi mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu.
Oleh karena itu, sebaiknya Anda duduk perlahan sebelum berdiri, pastikan dalam kondisi benar-benar stabil, jenis pusing tidak selalu berarti stroke.
- Mengejan kuat saat buang air besar
Hindari mengejan kuat saat buang air besar dan fokus pada penanganan sembelit yang tetap, agar lancar konsumsi makanan berserat, minum cukup air dan berolahraga secara teratur bisa membantu mengatur perkerakan usus. - Mandi dengan air dingin
Paparan secara tiba-tiba terhadap air yang sangat dingin perilaku yang perlu diwaspadai, namun bukan berarti mandir air dingin secara teratur menyebabkan kelumpuhan.
Namun bagi penderita tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol sebagiknya menghindari perubahan suhu drastis pilihlah suhu air yang nyaman untuk tubuh.
- Air putih sepanjang pagi
MInum air secukupnya untuk membantu mencegah dehidrasi, bukan berarti setiap orang harus minum 1-2 gelas sekaligus untuk mencegah stroke.
Jumlah yang tepat tergantung pada kesehatan, tingkat aktivitas dan kondisi cuaca, bagi penderita ginjal atau jantung memiliki batasan asupan cairan harus mengikuti rekomendasi masing-masing.
- Minuman manis
Minum teh, kopi atau minuman dengan tambahan gula jika dikonsumsi secara teratur dapat menyebabkan asupan gula dan kalori berlebihan, maka penting Anda mengurangi konsumsi rasa manis sepanjang hari. - Makan gorengan dan daging olahan
Makan sarapan dengan sosis, gorengan atau daging berlemak sebaiknya divariasi dan dikonsumsi secara berkala, namun tidak semau gorengan juga tinggi lemak trans, tergantung pada bahan yang diolah, yang terpenting diperhitungkan jenis makanan yang dikonsumsi. - Makanan asin dan menghabiskan sup
Natrium yang tinggi menjadi masalah serius dalam pengendalian tekanan darah, natrium didapatkan dari bumbu, kaldu hingga makanan olahan, oleh karena itu cicipi sebelum Anda menambahkan garam, kurangi asupan garam setiap makanan yang dikonsumsi. - Merokok setelah bangun tidur
Merokok faktor risiko terjadinya stroke, terlepas dari kapan atau seberapa sering Anda merokok, sebaiknya hentikan dan hindari asap rokok pasif. - Olahraga secara teratur
Sebelum Anda memulai berolahraga sebaiknya memulai dengan gerakan ringan secara bertahap meningkatkan intensitas dan jangan langsung melakukan olahraga berat setelah bangun tidur.
Sebelum berolahraga sebaiknya melakukan gerakan pemanasan sambil berdiri dengan gerakan lembut sesuai ativitas, bukan hanya perengganan saja.
- Menangani stress setelah bangun tidur
Mulailah waktu Anda setelah bangun tidur dengan menghindari berita atau pesan yang dapat menimbulkan stress, hindari mendengar suasana hati yang kurang nyaman dalam kehidupan sehari-hari Anda, bukan berarti membaca berita negatif di pagi hari merupakan penyebab stroke. **





