KITAINDONESIASATU.COM – Tren mobil tua atau yang akrab disebut motuba (mobil tua bagus) kembali mencuri perhatian masyarakat Indonesia. Tak hanya di kalangan kolektor dan pehobi otomotif, mobil lawas kini juga semakin diminati anak muda hingga kalangan selebritas. Tampilan klasik, gaya retro, sentuhan Japanese Domestic Market (JDM), serta nostalgia era 1980-an hingga 1990-an menjadi daya tarik tersendiri.
Di tengah meningkatnya minat terhadap mobil lawas, kebutuhan akan perawatan mesin, khususnya sistem karburator, turut menjadi perhatian. Salah satu sosok yang dikenal di kalangan pecinta motuba di Kota hujan Bogor adalah Om Misbah, yang akrab dijuluki “Om Misbah Gurih Karbu”.
Berlokasi di Jalan Batu Tulis Sekolah No. 3, Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Om Misbah dikenal sebagai spesialis perawatan dan penyetelan karburator mobil lawas. Ia menangani berbagai jenis kendaraan, mulai dari mobil Jepang, Eropa, hingga Holden.
Keahliannya terletak pada proses membongkar, membersihkan, memeriksa, hingga menyetel ulang karburator agar performa mesin kembali optimal. Istilah “gurih” yang kerap digunakan Om Misbah merujuk pada kondisi mesin yang responsif, bertenaga, dan bekerja lebih efisien.
Dalam proses pengerjaannya, Om Misbah tidak hanya berfokus pada karburator. Ia juga memeriksa sejumlah komponen pendukung, seperti sistem pengapian, suplai bahan bakar, dan platina, untuk membantu mengatasi masalah mesin brebet maupun konsumsi bahan bakar yang berlebihan.
“Sehari kita bisa mengerjakan tujuh sampai sepuluh unit mobil. Mulai dari mobil Jepang, Eropa, bahkan mobil Holden pun bisa kita buat gurih,” ujar Om Misbah, Senin 2 November 2026.
Ia melayani pelanggan setiap Senin hingga Sabtu, mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB. Sementara itu, bengkel tutup setiap hari Minggu. Biaya servis disesuaikan dengan jenis kendaraan dan tingkat kerusakan karburator.
Kijang Super 1993 Jadi Salah Satu Pelanggan
Salah satu pelanggan sekaligus pecinta motuba, Nco, mengaku sengaja datang ke tempat Om Misbah untuk memeriksa dan menyetel karburator Toyota Kijang Super keluaran 1993 miliknya.
Menurut Nco, kendaraan yang dikenal memiliki konsumsi bahan bakar cukup tinggi itu perlu mendapatkan penyetelan yang tepat agar performanya lebih optimal.
“Hari ini saya sengaja datang ke Om Misbah untuk memeriksa dan menyetel karburator Kijang Super 1993 saya. Kijang ini sering dianggap boros BBM, jadi saya ingin mesinnya dibuat lebih ‘gurih’ sesuai istilah Om Misbah,” tutur Nco.
Bagi Nco, daya tarik bengkel tersebut tidak hanya terletak pada keahlian teknis, tetapi juga pelayanan yang ramah dan keterbukaan dalam berbagi pengetahuan seputar otomotif.
“Pelayanannya luar biasa. Om Misbah ramah dan tidak pelit ilmu. Beliau juga sudah cukup dikenal di kalangan pecinta motuba, sehingga banyak orang sengaja datang dari jauh untuk memeriksa kendaraan mereka,” ungkapnya.
Dari Bengkel ke Media Sosial
Popularitas Om Misbah di kalangan pecinta mobil lawas turut menarik perhatian para pembuat konten otomotif. Sejumlah pehobi hingga kreator YouTube datang untuk mengabadikan proses penyetelan karburator sekaligus berbagi pengalaman kepada masyarakat melalui media sosial.
Bagi komunitas motuba, konten semacam ini bukan sekadar hiburan. Informasi mengenai perawatan mesin, karakter kendaraan lawas, hingga pengalaman pemilik mobil dapat menjadi referensi bagi sesama pehobi.
Nco pun menyambut positif maraknya konten otomotif yang mengangkat dunia motuba.
“Kita senang melihat konten-konten motuba. Selain bermanfaat dan menambah pengalaman, kita juga bisa sering-sering berbagi informasi dengan sesama pecinta mobil lawas,” katanya.
Fenomena motuba yang kembali populer menunjukkan bahwa mobil lawas masih memiliki tempat tersendiri di tengah perkembangan industri otomotif modern. Bagi sebagian orang, kendaraan klasik bukan hanya alat transportasi, melainkan juga bagian dari kenangan, gaya hidup, dan kecintaan terhadap dunia otomotif.
Kehadiran spesialis seperti Om Misbah menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kendaraan-kendaraan tersebut tetap terawat dan dapat terus digunakan. Dengan perawatan yang tepat, mobil lawas tidak hanya mempertahankan pesona klasiknya, tetapi juga tetap nyaman menemani aktivitas sehari-hari.






