KITAINDONESIASATU.COM – Gelombang demonstrasi mewarnai sejumlah negara Eropa menjelang akhir Oktober 2026. Prancis dan Jerman bersiap menghadapi aksi massa pada Sabtu (31/10/2026), sementara Italia baru saja melewati pemogokan umum yang melibatkan pekerja dan mahasiswa di puluhan kota.
Aksi-aksi tersebut dipicu berbagai persoalan sosial dan ekonomi, mulai dari mahalnya biaya hidup, sulitnya mendapatkan tempat tinggal, persoalan pendidikan, hingga tuntutan peningkatan upah. Kebijakan pemerintah terkait anggaran militer dan penerapan kembali wajib militer juga menjadi sumber penolakan.
Situasi ini memperlihatkan meningkatnya keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi dan arah kebijakan pemerintah.
Kalangan muda dan pekerja turun ke jalan untuk menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai masa depan, pendapatan, serta kualitas layanan publik.
Prancis Kerahkan 70.000 Polisi dan Gendarme
Pemerintah Prancis meningkatkan kesiapsiagaan menjelang demonstrasi pada Sabtu. Menteri Dalam Negeri Laurent Nuñez mengumumkan pengerahan sekitar 70.000 polisi dan gendarme di seluruh negeri untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Pihak berwenang memperingatkan adanya kemungkinan kerusuhan, terutama pada malam hari. Langkah pengamanan tersebut dilakukan setelah demonstrasi pada pekan sebelumnya dilaporkan diikuti sekitar 410.000 orang berdasarkan angka resmi yang disebutkan dalam laporan.




